Keterlibatan kampus tidak hanya dibutuhkan dalam aspek riset dan pengembangan menu sehat, tetapi juga dalam pengawasan mutu, edukasi gizi, hingga pendampingan pelaksanaan di lapangan agar program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris, dalam Sosialisasi MBG bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional di Universitas Ngudi Waluyo, Kabupaten Semarang, menegaskan program ini bukan sekadar program bantuan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan pola hidup sehat dan pentingnya asupan gizi seimbang di tengah masyarakat. Kampus harus menjadi pusat lahirnya inovasi dan gerakan sadar gizi,” ujarnya dikutip Minggu, 15 Februari 2026.
Muh Haris juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memastikan implementasi program berjalan tepat sasaran. Keterlibatan akademisi akan memperkuat basis ilmiah program sekaligus menjadi ruang evaluasi yang konstruktif bagi penyempurnaan kebijakan ke depan.
Sementara itu, Rektor Universitas Ngudi Waluyo, Subyantoro, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian Muh Haris terhadap isu gizi nasional serta kepeduliannya kepada dunia pendidikan.
Ia menilai kehadiran langsung anggota DPR RI dalam forum akademik menjadi energi positif bagi kampus dan mahasiswa.

