Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Barcelona Merasa Puas dengan Penampilan Marc Casado

    February 16, 2026

    Jaksa Agung AS Rilis Daftar 300 Nama Tokoh dalam Dokumen Epstein

    February 16, 2026

    Israel Setujui Rencana Klaim Wilayah Tepi Barat, Palestina: Aneksasi de Facto : Okezone News

    February 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»JK Ingatkan Bahaya Lingkaran Negatif Ekonomi di Tengah Target 8 Persen

    JK Ingatkan Bahaya Lingkaran Negatif Ekonomi di Tengah Target 8 Persen

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 16, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Dalam wawancara di kanal YouTube Quo Vadis Indonesia, yang dipandu oleh Todung Mulya Lubis, seorang pengacara dan mantan dutabesar RI untuk Norwegia, Kalla menanggapi target pertumbuhan 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dengan nada realistis. 


    “Memang ekonomi dunia sekarang mengalami masalah di mana-mana,” ujarnya, dikutip redaksi di Jakarta, Senin 16 Februari 2026. 

    Ia merujuk pada tekanan yang terjadi di Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, hingga Eropa. Sebagai negara dengan hubungan dagang luas, Indonesia ikut terkena imbasnya.



    Menurut Kalla, persoalan bukan hanya faktor global. Ia menyinggung beban kebijakan masa lalu, termasuk tingginya utang negara, yang kini menjadi tanggung jawab pemerintahan berjalan. 

    “Banyak kebijakan yang menyebabkan utang kita tinggi, dan itu sekarang menjadi tanggung jawab pemerintah berikutnya,” katanya. 

    Kalla, yang pernah mendampingi mantan Presiden Joko Widodo pada periode pertama, menekankan pentingnya evaluasi kebijakan fiskal agar ruang gerak pemerintah tidak semakin sempit.

    Ia menjelaskan bahwa ekonomi negara ditopang dua pilar Utama, yaitu kekuatan pemerintah melalui APBN dan kekuatan pengusaha lewat investasi. Ketika fiskal tertekan dan belanja berkurang, dampaknya langsung terasa ke daerah dan masyarakat. 

    “Begitu pemerintah mengalami kesulitan fiskal besar, spending pemerintah tentu berkurang,” ujarnya. 

    Maka efeknya pun berantai; daya beli turun, swasta menahan ekspansi, dan investasi melemah. 

    Meski data resmi menunjukkan pertumbuhan 5,11 persen, Kalla mengingatkan agar publik tidak hanya terpaku pada angka. 

    “Jangan hanya lihat pasar saham. Lihat pasar Tanah Abang hari Senin, atau sentra di Makassar, lihat bagaimana keadaannya,” katanya, menegaskan pentingnya membaca kondisi riil di lapangan.

    Terkait gejolak pasar modal, ia mengatakan bahwa masalah saham itu karena pejabat, baik di bursa maupun di OJK, tidak melaksanakan aturan dengan betul. Ia juga menyoroti praktik penggorengan saham dan koreksi investor asing. Ketika modal asing keluar, harga saham turun, dolar dan emas naik. 

    “Artinya orang ingin selamat dengan cara tidak mau pegang Rupiah,” katanya.

    Soal konsumsi masyarakat yang melemah dan kelas menengah yang menyusut, Kalla kembali pada teori dasar ekonomi. 

    “Pendapatan sama dengan konsumsi ditambah tabungan. Kalau pendapatan turun, konsumsi turun,” jelasnya. 

    Penurunan konsumsi, lanjutnya, akan memukul seluruh sistem ekonomi. Ia juga menyoroti pengurangan transfer ke daerah yang membuat banyak pemerintah daerah kesulitan menjalankan pembangunan. “Yang paling kena itu bupati dan gubernur,” ujarnya.

    Di tengah situasi ini, Kalla mengingatkan bahaya lingkaran negatif ekonomi. 

    “Kalau tidak investasi, lapangan kerja menurun. Lapangan kerja menurun, pendapatan menurun. Pendapatan menurun, konsumsi menurun. Konsumsi menurun, produksi dikurangi lagi. Itu negative cycle,” tegasnya.

    Baginya, target 8 persen bukan mustahil, tetapi membutuhkan investasi besar, kebijakan yang tepat, dan pemulihan kepercayaan pasar. “Sudah syukur kita masih bisa 5,1 persen,” katanya, sembari mengingatkan bahwa persepsi masyarakat di lapangan bisa saja berbeda dari angka statistik.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Jaksa Agung AS Rilis Daftar 300 Nama Tokoh dalam Dokumen Epstein

    February 16, 2026

    DPR Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan 2026

    February 16, 2026

    Harga Minyak Bergerak Datar Jelang Pertemuan AS-Iran di Jenewa

    February 16, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Barcelona Merasa Puas dengan Penampilan Marc Casado

    Berita Olahraga February 16, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Spanyol: Marc Casado menjalani musim yang menarik di Barcelona. Setelah menolak tawaran…

    Jaksa Agung AS Rilis Daftar 300 Nama Tokoh dalam Dokumen Epstein

    February 16, 2026

    Israel Setujui Rencana Klaim Wilayah Tepi Barat, Palestina: Aneksasi de Facto : Okezone News

    February 16, 2026

    Sambut Imlek, Petugas PPSU Bersihkan Vihara Viriya Bala di Jaktim

    February 16, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Barcelona Merasa Puas dengan Penampilan Marc Casado

    February 16, 2026

    Jaksa Agung AS Rilis Daftar 300 Nama Tokoh dalam Dokumen Epstein

    February 16, 2026

    Israel Setujui Rencana Klaim Wilayah Tepi Barat, Palestina: Aneksasi de Facto : Okezone News

    February 16, 2026

    Sambut Imlek, Petugas PPSU Bersihkan Vihara Viriya Bala di Jaktim

    February 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.