Acara tersebut berlangsung di Dusun Al-Ihsan, Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu, 14 Februari 2026.
Kegiatan itu diawali dengan penyerahan secara simbolis Unit Hunian Sementara (Huntara), bantuan pembangunan balai warga, bantuan renovasi rumah dan masjid kepada warga terdampak bencana.
Selanjutnya, rombongan meninjau langsung pilot project ketahanan pangan berupa tanaman padi dan kolam ikan. Pada kesempatan itu turut diserahkan bantuan berupa 50 ekor sapi untuk masyarakat yang melaksanakan tradisi meugang, yaitu budaya masyarakat Aceh memasak dan menyantap daging sapi secara bersama-sama untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Kapuspen TNI menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab serta solidaritas kebangsaan dalam mendampingi masyarakat di masa pemulihan pascabencana.
Lebih lanjut, Kapuspen TNI menekankan bahwa upaya bantuan TNI tidak berhenti pada tahap tanggap darurat semata, melainkan berlanjut hingga proses pemulihan dan pendampingan masyarakat.
“Kami dari TNI tidak berhenti untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di sini,” ujar Aulia dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 16 Februari 2026.
Ia lantas mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bergandeng tangan, menjaga kepedulian, dan memperkuat gotong royong sebagai kekuatan utama dalam menghadapi bencana.
“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian warga negara Indonesia lain yang juga merasakan apa yang bapak-ibu dan saudara rasakan. Mudah-mudahan ini bisa terus kita lakukan, kami dari TNI selalu siap untuk membantu,” pungkasnya.
UAH Care merupakan program sosial dan kemanusiaan yang diinisiasi oleh Ustaz Adi Hidayat.
Program ini berfokus pada penyaluran bantuan kemanusiaan, mulai dari paket pendidikan, logistik kebencanaan, hingga pembangunan infrastruktur seperti masjid dan Huntara, sebagai wujud kepedulian umat khususnya bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Provinsi Aceh.
Penyerahan Huntara, balai warga, perbaikan fasilitas ibadah Masjid, pendidikan dan pemberian bantuan kemanusiaan ini diharapkan menjadi bagian pemulihan yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh Tamiang.
Kehadiran TNI dan UAH Care di tengah masyarakat juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam pemulihan pascabencana. Hal itu dilakukan dengan senantiasa berdampingan dan bergotong royong bersama rakyat dalam misi kemanusiaan.

