Bukan sekadar aksi bersih-bersih musiman, gerakan yang berpusat di Masjid Jami’ Al-Azhar Jakapermai, Bekasi, pada Senin 16 Februari 2026 ini membawa pesan mendalam tentang martabat rumah ibadah di era modern.
Mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menegaskan bahwa peran masjid jauh melampaui struktur fisiknya. Masjid adalah titik pusat pembinaan iman, edukasi umat, layanan sosial, hingga penguatan nilai kebangsaan.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tetapi pusat peradaban. Kebersihan dan kerapian masjid mencerminkan nilai keimanan, disiplin kolektif, dan kecintaan kita kepada rumah Allah,” papar Arsad saat membacakan amanat Menteri Agama, dikutip redaksi, Selasa 17 Februari 2026.
Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (Simas) Kemenag, saat ini terdapat 315.124 masjid dan 388.713 musala di seluruh Indonesia. Angka ini menjadi tanggung jawab besar dalam hal pengelolaan dan kenyamanan jemaah.
Arsad menekankan bahwa Geber Masjid bukanlah sekadar seremoni menjelang Ramadan, melainkan bagian dari program pembinaan yang berkesinambungan.
“Kick-off ini harus menjadi titik awal gerakan berkelanjutan. Tidak hanya bersih menjelang Ramadan, tetapi bersih sepanjang waktu. Masjid harus dikelola dengan semangat ihsan dan profesional,” tegasnya.
Kegiatan ini turut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari PP Dewan Masjid Indonesia (DMI), BKPRMI, hingga unsur TNI (AD, AL, dan AU). Arsad memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini sebagai bukti bahwa menjaga rumah ibadah adalah tanggung jawab kolektif.
Selain membersihkan area salat, aksi ini juga diwarnai dengan penanaman pohon di lingkungan masjid. Langkah ini diambil agar jemaah merasa sejuk dan nyaman saat menjalankan rangkaian ibadah Ramadan seperti tarawih, tadarus, dan iktikaf.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dudu Rahman, menyatakan kesiapan jajarannya dalam menggerakkan partisipasi masyarakat hingga ke tingkat desa. Ia berkomitmen bahwa pendampingan terhadap pengurus masjid akan terus dilakukan, terutama pada aspek pemeliharaan fasilitas dan sanitasi.
“Gerakan ini tidak berhenti hari ini. Kami mendorong pendampingan berkelanjutan kepada pengurus masjid, terutama dalam aspek sanitasi, pemeliharaan fasilitas, dan manajemen yang tertib,” ujar Dudu.
Ia meyakini bahwa masjid yang terawat adalah kunci utama dalam menarik minat masyarakat untuk memakmurkan rumah ibadah.
“Ketika masjid bersih dan nyaman, jamaah akan semakin dekat. Dari kedekatan itu tumbuh partisipasi dan kemakmuran,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat eselon Kemenag, perwakilan LTM PBNU, unsur Dikmental TNI, serta tokoh-tokoh dari organisasi kemasjidan nasional.

