Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Alasan Kesulitan Emma Raducanu Dikonfirmasi Setelah Kekalahan Di Dubai

    February 17, 2026

    Menag Imbau Masyarakat Hormati Perbedaan Awal Ramadan

    February 17, 2026

    Permintaan Spesial Bojan Hodak untuk Bobotoh Jelang Laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC : Okezone Bola

    February 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Surabaya, Masih di Bawah Ufuk

    Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Surabaya, Masih di Bawah Ufuk

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 17, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Surabaya, CNN Indonesia —

    Hilal atau anak bulan penentu awal bulan belum terlihat di Surabaya. Hal itu berdasarkan pantauan atau rukyatul hilal yang dilakukan Fakultas Syariah dan Hukum Islam Universitas Islam Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Selasa (17/2).

    Rukyatul hilal ini melibatkan dosen, mahasiswa Program Studi Ilmu Falak. Mereka juga melakukan kajian mendalam terkait data hisab untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai posisi bulan Qomariah.

    Ketua Program Studi Ilmu Falak Uinsa, Siti Tatmainul Qulub menyebutkan berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya, posisi hilal Ramdan tak terlihat atau masih berada di bawah ufuk.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Posisi hari ini Hilal masih di bawah ufuk. Karena memang dari segi hisab hilal terbenam lebih dulu daripada matahari dan ini belum ijtima ya,” kata Siti di sela pemantauan.

    Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang menjadi acuan resmi di Indonesia, sebuah hilal dinyatakan memenuhi syarat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.





    Namun, kata Siti, berdasarkan pemantauan san observasi di titik Surabaya menunjukkan angka yang jauh di bawah standar MABIMS, sehingga potensi terlihatnya hilal dinilai nihil.

    “Untuk di Surabaya sendiri di sini ini masih -1 derajat 16 menit untuk tinggi hilalnya untuk elongasinya sekitar 1 derajat 13 menit. Jadi masih di bawah dari kriteria penentuan awal bulan di Indonesia yaitu kriteria MABIMS,” ucapnya.

    Siti menyebut, Tim Uinsa menyiagakan sedikitnya delapan perangkat untuk mendukung proses pengamatan ini, mulai dari teleskop robotik, teleskop manual, teodolit, hingga binokuler.

    Meski secara perhitungan matematis hilal dipastikan tidak terlihat, prosedur rukyat tetap harus dijalankan sebagai bentuk verifikasi faktual di lapangan serta memenuhi ketentuan syar’i pada tanggal 29 bulan Syakban berjalan.

    “Nah ini agak sulit terlihat bukan agak sulit memang mustahil untuk dilihat karena memang hilalnya sudah di bawah ufuk. Mataharinya terbenam itu hilal sudah di bawah. Jadi enggak mungkin terlihat. Tapi tetap kita lakukan rukyatul hilal,” ucapnya.

    Siti menyebut, jika hingga akhir pemantauan, hilal tetap tidak terlihat, maka Bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal. Hal ini, kata Siti, berarti awal Ramadan kemungkinan besar akan jatuh Kamis (19/2) lusa.

    “Besok masih tanggal 30, lusa baru tanggal Lusa baru 1. Tapi, kita pasti harus nunggu sidang [isbat] ya. Karena sidang itu basisnya tidak hanya hisab. Tapi juga basisnya adalah pelaporan rukyat dari seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” ucapnya.

    Selain faktor astronomis, kondisi cuaca di wilayah Surabaya yang sedang memasuki musim penghujan juga menjadi tantangan tersendiri. Langit yang mendung menambah tingkat kesulitan dalam proses pemantauan.

    Nantinya, hasil laporan dari titik pantau Uinsa ini akan diserahkan melalui koordinasi dengan PWNU Jawa Timur untuk diteruskan sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat di tingkat Kementerian Agama. 

    (frd/isn)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Pemerintah 19 Februari, Muhammadiyah 18 Februari

    February 17, 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadan 2026 Medan

    February 17, 2026

    Gubernur Lampung Ingin Tak Ada Jalan Berlubang Sebelum Puncak Mudik

    February 17, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Alasan Kesulitan Emma Raducanu Dikonfirmasi Setelah Kekalahan Di Dubai

    Berita Olahraga February 17, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Inggris, Emma Raducanu menelan kekalahan menyakitkan di babak pertama Dubai…

    Menag Imbau Masyarakat Hormati Perbedaan Awal Ramadan

    February 17, 2026

    Permintaan Spesial Bojan Hodak untuk Bobotoh Jelang Laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC : Okezone Bola

    February 17, 2026

    AC Milan Puas Dengan Perkembangan Christian Comotto di Spezia

    February 17, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Alasan Kesulitan Emma Raducanu Dikonfirmasi Setelah Kekalahan Di Dubai

    February 17, 2026

    Menag Imbau Masyarakat Hormati Perbedaan Awal Ramadan

    February 17, 2026

    Permintaan Spesial Bojan Hodak untuk Bobotoh Jelang Laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC : Okezone Bola

    February 17, 2026

    AC Milan Puas Dengan Perkembangan Christian Comotto di Spezia

    February 17, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.