Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Alasan Kesulitan Emma Raducanu Dikonfirmasi Setelah Kekalahan Di Dubai

    February 17, 2026

    Menag Imbau Masyarakat Hormati Perbedaan Awal Ramadan

    February 17, 2026

    Permintaan Spesial Bojan Hodak untuk Bobotoh Jelang Laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC : Okezone Bola

    February 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Demokrasi Telah Sekarat

    Demokrasi Telah Sekarat

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 17, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Karenanya, meskipun warga negara Indonesia ini turut aktif dalam memberikan suaranya di setiap Pemilu, namun suaranya kemudian terhenti setelah para pejabat negara dilantik. 


    Di sini berarti Pemilu hanya sebagai syarat formalitas saja, untuk bisa dikatakan Indonesia sebagai penganut demokrasi. 

    Padahal kenyataannya tidak. Setelah Pemilu selesai urusan negara ini kemudian diserahkan dan dikendalikan oleh plutokrat, atau orang yang memiliki kekuasaan karena kekayaannya.



    Bukan bermaksud untuk menggurui, melainkan saya hanya mengingatkan sebagian masyarakat awam saja, biar apa yang saya tulis ini bisa dengan mudah difahami oleh semua orang dari berbagai kalangan. 

    Bahwa istilah plutokrat ini berasal dari kata Yunani, yakni ploutos yang berarti kekayaan dan kratos yang bermakna kekuasaan. Jadi, Plutokrat adalah penguasa yang berkuasa karena uang atau kekayaan.

    Plutokrasi sendiri merupakan sistem pemerintahan, di mana kekuasaan dikendalikan oleh orang-orang kaya. 

    Dalam sistem ini kebijakan cenderung menguntungkan kelompok kaya (para pemodal), atau orang dengan kekayaan besar punya pengaruh politik kuat di masyarakat. 

    Karenanya, dalam sistem ini mereka yang memiliki uang banyak, akan lebih didengar dan berperan daripada suara rakyat biasa. 

    Makanya jangan pernah heran kenapa Presiden Prabowo Subianto yang berpidato menggebu-gebu mau melawan oligarki yang jahat dan mencuri kedaulatan rakyat, beberapa jam setelah itu  kok tiba-tiba malah mengadakan pertemuan khusus dengan para oligarki. 

    Ini seperti yang saya katakan di atas. Negara ini sudah bergeser dari demokrasi ke plutokrasi. 

    Presiden Prabowo sendiri sangat memahami pentingnya kedudukan orang-orang kaya, pemodal besar yang sebelumnya ia sumpahi mau dilawannya karena telah mencuri kedaulatan rakyat itu.

    Oh ya, biar lebih jelas lagi saya ingin sedikit menjelaskan perbedaan antara sistem plutokrasi dan oligarki. Karena plutokrasi dan oligarki seringkali dianggap sama, padahal sebenarnya berbeda.

    Jika plutokrasi bermakna kekuasaan dipegang oleh orang-orang kaya (pemodal besar/ konglomerat), maka oligarki yang berasal dari kata oligo bermakna yakni kekuasaan yang dipegang oleh sedikit orang. 

    Ia bisa dari kalangan keluarga, militer atau elite partai politik. Namun dalam sistem oligarki ini, yang berkuasa tidak harus orang kaya/konglomerat. Bisa saja ia bukan dari orang kaya raya (konglomerat), namun diperalat oleh orang atau kelompok kaya raya (konglomerat). 

    Kata oligarki ini sangat populer di masa Pemerintahan Jokowi dan berlanjut di masa Pemerintahan Prabowo Subianto. 

    Sebab ketika itu banyak analis politik yang melihat, betapa Jokowi yang bukan dari kalangan konglomerat, telah diperalat oleh para pemodal/konglomerat. 

    Hingga secara tidak langsung pemerintahan Jokowi ketika itu, berada dalam kendali para konglomerat yang kemudian populer disebut dengan Oligark.

    Pertanyaannya kemudian, apakah sistem pemerintahan kita ini lebih tepat dikatakan bergeser dari demokrasi ke plutokrasi ataukah ke oligarki? 

    Untuk menjawab pertanyaan ini, sebetulnya kita cukup memperhatikan siapakah kelompok-kelompok yang diuntungkan oleh berbagai kebijakan pemerintahan sekarang? 

    Makan Bergizi Gratis alias MBG misalnya, yang paling banyak diuntungkan itu orang-orang kaya, atau kelompok pendukung Prabowo dan Jokowi. 

    Bukan para siswa atau orang-orang tidak mampu yang mendapatkan jatah seporsi makanan tak lebih dari 15 ribu per hari (kenyataan di lapangan kadang di bawah 10 ribu). Maka pastilah sistem pemerintahan kita lebih tepat jika dikatakan sudah bergeser ke plutokrasi. 

    Namun jika dilihat dari sedikitnya orang yang mendapatkan keuntungan besar dari seluruh kekayaan alam kita, juga jika dilihat dari terkonsentrasinya kekuasaan politik dan ekonomi hanya terbatas di sedikitnya orang, kelompok suksesor Prabowo dan Jokowi, maka sistem pemerintahan kita lebih tepat bergeser ke oligarki. 

    Jadi memang agak membingungkan dikotomi antara plutokrasi dan oligarki di negeri ini, 

    Namun satu hal yang pasti, di negeri ini mau tidak mau, suka atau tidak suka, demokrasi bisa dikatakan telah sekarat, mau mati dan berganti menjadi negara yang menjalankan sistem pemerintahan plutokrasi dan oligarki dalam waktu yang bersamaan.

    Saiful Huda Ems
    Analis Politik





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Menag Imbau Masyarakat Hormati Perbedaan Awal Ramadan

    February 17, 2026

    1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari 2026

    February 17, 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadan 2026 DKI Jakarta

    February 17, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Alasan Kesulitan Emma Raducanu Dikonfirmasi Setelah Kekalahan Di Dubai

    Berita Olahraga February 17, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Inggris, Emma Raducanu menelan kekalahan menyakitkan di babak pertama Dubai…

    Menag Imbau Masyarakat Hormati Perbedaan Awal Ramadan

    February 17, 2026

    Permintaan Spesial Bojan Hodak untuk Bobotoh Jelang Laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC : Okezone Bola

    February 17, 2026

    AC Milan Puas Dengan Perkembangan Christian Comotto di Spezia

    February 17, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Alasan Kesulitan Emma Raducanu Dikonfirmasi Setelah Kekalahan Di Dubai

    February 17, 2026

    Menag Imbau Masyarakat Hormati Perbedaan Awal Ramadan

    February 17, 2026

    Permintaan Spesial Bojan Hodak untuk Bobotoh Jelang Laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC : Okezone Bola

    February 17, 2026

    AC Milan Puas Dengan Perkembangan Christian Comotto di Spezia

    February 17, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.