Mengutip laporan AFP pada Selasa 17 Febuari 2026, Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga mengatakan, Moskow menunjukkan sikap tidak serius terhadap proses damai.
Ukraina menyebut Rusia meluncurkan puluhan rudal dan ratusan drone menjelang perundingan yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat tahun.
“Sejauh mana Rusia mengabaikan upaya perdamaian dengan meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap Ukraina tepat sebelum pembicaraan damai di Jenewa,” tulis Andriy Sybiga di media sosial.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan sedikitnya 29 rudal dan 396 drone ditembakkan Rusia dalam gelombang serangan tersebut. Kyiv menuding sasaran utama serangan adalah infrastruktur penting.
Sebagai balasan, Ukraina mengirimkan lebih dari 150 drone ke wilayah Rusia. Namun, militer Rusia mengklaim seluruh drone yang memasuki wilayahnya berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

