Demikian pandangan pemerhati sosial dan politik Adian Radiatus melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.
“Karena aspirasi itu bukan benda mati yang boleh dibiarkan ditaruh semaunya,” kata Adian.
Terlebih, kata Adian, muncul wacana Gibran menjadi capres pada 2029, seperti disuarakan Geng Solo.
“Jelas mendukung Presiden tetapi tidak mendukung Wakilnya adalah kewajaran demokrasi, karena politik adalah tentang membela yang baik dan menjauhkan yang jahat dalam memimpin negeri tercinta ini,” kata Adian.
Di sisi lain, lanjut Adian, saat ini cukup masif permintaan mundur terhadap Wapres Gibran.
Hal ini disuarakan kelompok purnawirawan senior, ormas serta para aktivis demokrasi dan politik.
“Gibran tampaknya tak sesuai syarat sebagai Cawapres, di mana kelulusannya ditengarai di bawah SMA,” pungkas Adian.

