Kejutan berupa maskot resmi Gala Festival Musim Semi China Media Group (CMG) 2026 itu diberikan di tengah wawancara khusus Festival Musim Semi yang disiarkan langsung dari Beijing.
Dalam konteks siaran langsung televisi di Tiongkok yang dikenal dengan formatnya yang presisi dan terstruktur, momen spontan tersebut menjadi sentuhan unik yang mencairkan suasana.
Kehangatan yang tercipta seketika menghadirkan kedekatan antarmanusia, sekaligus mencerminkan relasi Indonesia-Tiongkok yang kerap digambarkan sebagai “friendship beyond formality”.
Dalam wawancara tersebut, Dubes Djauhari menyampaikan pandangannya mengenai Gala Festival Musim Semi CMG 2026, sebuah program budaya tahunan yang telah menjadi fenomena media global.
Gala ini dikenal luas sebagai pertunjukan Tahun Baru China televisi terbesar di dunia, ditonton ratusan juta pemirsa, dengan produksi berskala masif, kolaborasi lintas disiplin seni, serta integrasi teknologi siaran mutakhir.
Menurut Dubes Djauhari, keunikan dan skala gala menjadikannya lebih dari sekadar hiburan.
“Gala CMG adalah representasi bagaimana budaya dapat dikemas dalam skala yang luar biasa, dengan standar artistik dan teknologi yang sangat tinggi. Ini merupakan sebuah pengalaman budaya yang modern dan kolektif,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi Rabu, 18 Februari 2026.
Ia juga menekankan peran penting teknologi dalam menghidupkan tradisi dan memperkuat alur cerita budaya.
“Yang menarik, teknologi di sini bukan menggantikan tradisi, tetapi justru menghidupkannya. Teknologi memperkaya cara cerita disampaikan, memperluas jangkauan budaya, dan pada akhirnya menyatukan audiens dari berbagai belahan dunia,” papar Dubes.
Gala tahun ini memiliki makna simbolik yang semakin kuat karena berlangsung pada Tahun Kuda 2026. Dubes menyebut Tahun Kuda melambangkan energi, kemajuan, dan lompatan ke depan.
“Kami memandang 2026 sebagai tahun di mana kerja sama Indonesia dan Tiongkok terus berpacu kencang, bergerak lebih dinamis, dan melompat menuju kesejahteraan bersama,” kata dia.
Presenter Ioana Gomoi sebelumnya juga pernah mewawancarai Dubes Djauhari dalam program The Vibe CGTN pada Agustus 2022.
Dalam kesempatan tersebut, KBRI Beijing bahkan dijuluki sebagai “the happiest embassy in Beijing”, sebuah ungkapan yang mencerminkan atmosfer keterbukaan dan kehangatan diplomasi Indonesia di Tiongkok.

