Pernyataan tersebut disampaikan Wexner kepada Komite Pengawasan DPR AS setelah dokumen-dokumen baru terkait kasus Epstein kembali dirilis ke publik.
“Saya naif, bodoh, dan mudah dimanipulasi karena menaruh kepercayaan pada Jeffrey Epstein. Dia adalah seorang penipu. Dan meskipun saya telah tertipu, saya tidak melakukan kesalahan apa pun dan tidak menyembunyikan apa pun,” ujarnya, dikutip dari Associated Press, Kamis 19 Februari 2026.
Wexner juga menegaskan tidak mengetahui kejahatan seksual yang dilakukan Epstein dan tidak pernah terlibat dalam tindakan pelecehan terhadap perempuan maupun gadis di bawah umur.
Wexner dikenal sebagai pendiri L Brands, perusahaan ritel yang membawahi merek seperti Victoria’s Secret dan Abercrombie & Fitch. Hubungannya dengan Epstein dimulai pada akhir 1980-an dan berlangsung selama bertahun-tahun. Pada 1991, Wexner bahkan memberikan kuasa hukum (power of attorney) kepada Epstein untuk mengelola investasi dan urusan keuangannya.
Namun hubungan itu berakhir pada 2007 setelah keluarga Wexner mengetahui adanya penyalahgunaan dana. Dokumen investigasi menyebut Epstein sempat mengembalikan sekitar 100 juta Dolar AS kepada Wexner.
Meski begitu, anggota DPR dari Partai Demokrat, Robert Garcia, meragukan klaim bahwa Wexner tidak mengetahui lebih jauh aktivitas Epstein.
“Tidak ada seorang pun yang lebih terlibat dalam memberikan dukungan finansial kepada Jeffrey Epstein selain Les Wexner,” kata Garcia, seraya menilai keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat selama bertahun-tahun.
Nama Wexner muncul lebih dari 1.000 kali dalam dokumen Epstein yang baru dirilis Departemen Kehakiman AS. Meski demikian, ia tidak pernah didakwa atas tindak pidana apa pun.
Menanggapi tuduhan dari salah satu korban Epstein, Virginia Giuffre, yang dalam dokumen pengadilan menyebut namanya, Wexner membantah keras. Ia menegaskan kesetiaannya kepada sang istri selama 33 tahun.
“Tidak pernah sekali pun saya tidak setia dalam bentuk apa pun. Tidak pernah. Setiap anggapan yang menyatakan sebaliknya benar-benar dan sepenuhnya salah,” ujarnya.
Dalam dokumen lain terungkap bahwa setelah Epstein mendapat kesepakatan pembelaan pada 2008 dalam kasus prostitusi anak di bawah umur, Wexner sempat mengirim email yang menyatakan ia merasa menyesal atas situasi tersebut. Meski sebelumnya menyebut hubungan mereka putus pada 2007, catatan menunjukkan keduanya masih berkomunikasi setelah itu.
Sejumlah korban juga mengaku Epstein kerap membawa-bawa nama dan koneksi Wexner dengan Victoria’s Secret untuk meyakinkan perempuan muda agar mau bertemu dengannya. Wexner mengatakan ia tidak mengetahui hal tersebut dan menyebut Epstein menjalani “kehidupan ganda” yang sepenuhnya disembunyikan darinya.
Kasus ini terus memicu tekanan terhadap Wexner, termasuk desakan agar namanya dihapus dari sejumlah fasilitas publik di Ohio. Meski demikian, ia tetap bersikeras bahwa dirinya hanyalah korban penipuan dan tidak pernah mengetahui kejahatan yang dilakukan Epstein.

