Ajakan itu disampaikan dalam forum bisnis bersama US Chamber of Commerce di Washington, Rabu, 18 Februari 2026.
“Kita mencari mitra yang serius dan berjangka panjang, mitra yang akan bekerja bersama kita, menumbuhkan ekonomi bersama, dan saling menguntungkan. Kami berharap dapat menemukan mitra yang siap bergabung dalam upaya berkelanjutan kami untuk modernisasi dan industrialisasi negara saya,” ujarnya di hadapan pebisnis AS.
Lebih lanjut Prabowo menyoroti peran Danantara, yang disiapkan sebagai motor penggerak hilirisasi dengan 18 proyek baru yang akan diluncurkan tahun ini.
“Kami terus maju dengan pengolahan industri hilir. Dan saya pikir Danantara akan menjadi mesin kunci untuk langkah ini,” ungkapnya, seraya membuka peluang kolaborasi strategis dengan perusahaan-perusahaan AS.
Menurut Prabowo, Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan juga calon basis produksi kawasan. Fondasi ekonomi nasional yang dinilai solid, pertumbuhan stabil di atas 5 persen, inflasi terkendali, disiplin fiskal terjaga, serta stabilitas politik yang kondusif.
“Foreign Direct Investment (FDI) sangat baik. Tahun lalu mencapai 53 miliar dolar AS. Ini mencerminkan kepercayaan terhadap ekonomi kita, ukuran pasar kita, potensi pertumbuhan, stabilitas politik, dan arah kebijakan kita,” ucapnya.

