Berita Liga Italia: Mantan winger AC Milan, Jens Petter Hauge, menyebut laga melawan Inter Milan sebagai laga derby yang memiliki makna sangat spesial bagi karirnya.
Pemain berkebangsaan Norwegia tersebut kini membela klub kampung halamannya, Bodo/Glimt, setelah sempat melanglang buana ke beberapa klub Eropa lainnya. Meskipun kariernya di San Siro tergolong singkat, ia tetap mencintai rossoneri.
Pada pertandingan leg pertama playoff Liga Champions semalam, pemain berusia 26 tahun tersebut tampil sangat memukau. Ia turut berkontribusi dalam kemenangan mengejutkan 3-1 yang diraih oleh timnya atas sang pemuncak klasemen Italia.
Hingga saat ini, mantan pemain Eintracht Frankfurt tersebut telah mengoleksi 5 gol dari 9 penampilan di kompetisi kasta tertinggi Benua Eropa. Performa gemilangnya membuktikan bahwa kualitas permainannya kini telah semakin matang.
“Ini adalah pertandingan pertama saya melawan Inter, itu sangat emosional bagi kami. Selalu menyenangkan bisa mencetak gol. Derby selalu memiliki makna spesial bagi saya,” ujar Hauge.
Saat masih berseragam merah-hitam, Jens Petter Hauge hanya sempat menjadi penonton dari bangku cadangan dalam dua laga bertajuk Derby della Madonnina. Oleh karena itu, laga semalam menjadi pembuktian tersendiri bagi kualitas dirinya.
Pemain bernomor punggung 11 tersebut berharap bisa merasakan atmosfer pertandingan di San Siro pada laga leg kedua pekan depan. Kemenangan 3-1 di kandang sendiri memberikan modal kepercayaan diri yang sangat besar bagi skuadnya.
Bagi rossoneri, melihat mantan pemainnya sukses di klub lain tentu memberikan perasaan yang cukup campur aduk.
Artikel Tag: inter milan, ac milan, jens petter hauge, bodo/glimt
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/kalahkan-inter-di-ucl-jens-petter-hauge-ini-seperti-derby-della-madonnina

