Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tahun Piala Dunia Jadi Motivasi, Neymar Targetkan Performa 100 Persen

    February 21, 2026

    Rano Karno Beberkan 3 Masalah Utama Jakarta : Okezone News

    February 21, 2026

    Mutasi Polda Metro Jaya, 7 Kapolsek Diganti

    February 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Banjir Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem Lampaui Standar Mitigasi

    Banjir Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem Lampaui Standar Mitigasi

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 21, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Begitu laporan Center for Analysis and Applying Geospatial Information (Cenago) Institut Teknologi Bandung (ITB) saat mengumumkan hasil kajian forensik berbasis analisis presipitasi ekstrem, karakteristik hidrologi tiga daerah aliran sungai (DAS Badiri, Garoga, dan Batang Toru), perubahan tutupan lahan, serta simulasi hidrologi-hidrolika. 


    Cenago menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan pentingnya pendalaman berbasis data dan analisis komprehensif dalam menarik kesimpulan mengenai faktor penyebab serta pertanggungjawaban suatu bencana. 

    Koordinator Tim Riset Cenago, Heri Andreas mengatakan bahwa hasil riset menunjukkan kontribusi perubahan tutupan lahan oleh sejumlah korporasi seperti PT NSHE, PT AGR, dan PT TBS yang dianalisis relatif kecil dibandingkan dengan skala faktor cuaca ekstrem yang terjadi. 



    Heri menguraikan, analisis perubahan tutupan lahan menunjukkan porsi alih fungsi lahan tiga korporasi terhadap luas DAS relatif kecil. PT AR sekitar 1,6 persen, PT TBS 0,4 persen, dan PT NSHE 0,02 persen. 

    “Jika secara kuantitatif kontribusi perubahan tutupan lahan yang dituduhkan relatif kecil, maka penetapan pertanggungjawaban mutlak (strict liability) terhadap pihak tertentu perlu ditinjau kembali demi objektivitas,” kata Heri dalam keterangan tertulis, Sabtu 21 Februari 2026.

    Tidak hanya mengandalkan identifikasi dan digitasi citra satelit untuk mengklasifikasikan tutupan lahan, kata Heri, Cenago juga menggabungkan data presipitasi BMKG dan NOAA Amerika Serikat, pendefinisian DAS dan sub-DAS, digital elevation model (DEM), serta data standar parameter hidrologi hidrolika. 

    Heri mengungkapkan hasil analisis Cenago terhadap citra satelit resolusi tinggi menunjukkan banjir dipicu oleh fenomena Siklon Tropis Senyar dengan anomali presipitasi yang sangat jarang terjadi. 

    Curah hujan pada akhir November 2025 mencapai level ekstrem (150-300 milimeter per hari) hingga sangat ekstrem (lebih dari 300 milimeter per hari).

    “Model probabilitas kami menunjukkan ini masuk kategori R700 hingga R1000, yang artinya siklus kejadian sekali dalam 700 hingga 1.000 tahun. Angka ini melampaui standar mitigasi banjir yang umumnya dirancang hingga R50,” bebernya.

    Dengan intensitas hujan yang melampaui standar mitigasi nasional itu, masih kata Heri, Cenago menilai bencana tersebut berada pada tingkat yang secara perencanaan melampaui kapasitas pengendalian banjir yang berlaku.

    Cenago juga melakukan simulasi banjir model hidrologi dan hidrolika dengan berbagai skenario, termasuk skenario seluruh wilayah DAS berupa hutan dan skenario keberadaan tambang dan lain-lain. 

    Hasil simulasi menunjukkan PT AR tercatat hanya berkontribusi 0,32 persen terhadap banjir atau penambahan runoff (air hujan yang tidak meresap ke tanah) sebesar 0,71 persen. Adapun, PT NSHE tercatat hanya 0,05 persen dan 0,01 persen, serta PT TBS berkontribusi terhadap banjir 1,7 persen atau penambahan runoff sekitar 0,06 persen.

    Cenago menegaskan pentingnya pemanfaatan data geospasial berketelitian tinggi dalam pengambilan keputusan kebencanaan. 

    Heri menekankan, pendekatan berbasis sains dinilai krusial untuk memastikan setiap kesimpulan mengenai penyebab bencana disusun secara objektif, terukur, dan proporsional, termasuk dalam melakukan forensik bencana banjir.

    “Masih ada pekerjaan rumah sangat besar, yaitu penggunaan data dan informasi, seperti data geoscience, bagi penelaahan dan pengambilan keputusan berbagai masalah,” pungkasnya.



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Mutasi Polda Metro Jaya, 7 Kapolsek Diganti

    February 21, 2026

    Laba Tertinggi, Setor Triliunan ke Negara

    February 21, 2026

    4 Tanda Kurma Tidak Latak Dimakan, Ini Cirinya

    February 21, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Tahun Piala Dunia Jadi Motivasi, Neymar Targetkan Performa 100 Persen

    Berita Olahraga February 21, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Sepak Bola: Neymar mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan mengumumkan pensiun pada akhir tahun…

    Rano Karno Beberkan 3 Masalah Utama Jakarta : Okezone News

    February 21, 2026

    Mutasi Polda Metro Jaya, 7 Kapolsek Diganti

    February 21, 2026

    WBO Hukum Janibek Alimkhanuly Satu Tahun Setelah Gagal Dalam Tes Doping

    February 21, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Tahun Piala Dunia Jadi Motivasi, Neymar Targetkan Performa 100 Persen

    February 21, 2026

    Rano Karno Beberkan 3 Masalah Utama Jakarta : Okezone News

    February 21, 2026

    Mutasi Polda Metro Jaya, 7 Kapolsek Diganti

    February 21, 2026

    WBO Hukum Janibek Alimkhanuly Satu Tahun Setelah Gagal Dalam Tes Doping

    February 21, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.