Agenda tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum DPP PPP, Agus Suparmanto, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saeful Hidayat. Kegiatan dimulai Sabtu 21 Februari 2026 dengan menyambangi sejumlah pesantren di Tasikmalaya, wilayah yang dikenal sebagai basis historis PPP di Jawa Barat.
Rombongan pertama kali bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kehadiran mereka disambut langsung pengasuh pesantren, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy, bersama para alumni.
Dalam suasana hangat menjelang berbuka puasa, Agus Suparmanto menegaskan bahwa PPP lahir dari rahim perjuangan alim ulama.
“PPP berdiri atas inisiasi para ulama. Jika ingin bangkit kembali, harus dimulai dengan doa dan restu para kiai,” ujar Agus dalam keterangannya, dikutip Minggu 22 Februari 2026.
KH Asep Maoshul menyampaikan pesan agar PPP menjaga marwah sebagai partai warisan ulama dan kembali memperkuat tradisi musyawarah.
“PPP harus hadir kembali di Senayan. Itu amanat ulama. Tradisi musyawarah harus dijaga, jangan sampai ada jarak dengan kiai,” kata Kiai Asep.
Ia juga mengingatkan agar kebijakan di tingkat pusat tetap berpijak pada nilai-nilai Islami dan selaras dengan aspirasi daerah.
Selepas salat Tarawih, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, yang diasuh KH Ubaidillah Ruhiat.
KH Ubaidillah menegaskan Tasikmalaya merupakan basis tradisional PPP berkat peran ulama dan santri.
“Saya berharap PPP bisa kembali besar dan masuk Senayan pada Pemilu 2029. Para pengurus harus istikamah,” pesannya.

