Berita Liga Inggris – Tottenham Hotspur harus menerima kekalahan telak 4-1 dari Arsenal dalam derby London utara yang berlangsung Minggu malam. Kekecewaan para penggemar mengarah pada performa Xavi Simons yang dinilai mengecewakan. Pertandingan ini menjadi salah satu yang paling dinanti, mengingat ketatnya persaingan di kedua ujung klasemen Premier League.
Meskipun baru dua minggu di bawah arahan manajer baru Igor Tudor, Tottenham diharapkan tampil lebih baik. Namun, meski krisis cedera mulai mereda, mereka masih mencari kemenangan liga pertama pada tahun 2026. Salah satu rekrutan bintang musim panas ini belum mampu mengangkat performa tim dari ancaman degradasi yang semakin nyata.
Eberechi Eze membuka skor bagi Arsenal dengan tendangan pertamanya yang tepat sasaran sejak mencetak hat-trick 91 hari lalu dalam pertemuan derby sebelumnya. Arsenal langsung membalas melalui Randal Kolo Muani, membawa kedudukan menjadi 1-1. Di babak kedua, Viktor Gyokeres menambah keunggulan bagi Arsenal sebelum kedua pemain mencetak gol kedua mereka masing-masing, mengokohkan kemenangan penting bagi pemuncak klasemen yang kini unggul lima poin dari Manchester City.
Tottenham hampir mendatangkan Eze pada musim panas lalu, tetapi harus beralih ke Xavi Simons setelah Eze memutuskan kembali ke klub masa kecilnya. Simons, yang didatangkan dengan biaya £51 juta, diharapkan memperkuat lini tengah. Namun, saat Eze mencetak gol keempat dan kelima melawan Tottenham musim ini, Simons justru tampil kurang berpengaruh. Dalam 90 menit, mantan pemain muda PSG ini hanya menyelesaikan 75 persen operannya, kehilangan bola 22 kali, dan gagal dalam tiga upaya dribelnya.
Reaksi negatif membanjiri media sosial, dengan komentar yang menyebut Simons sebagai pemain yang lemah dan tidak memberikan kontribusi berarti saat Tottenham melakukan serangan balik. Beberapa penggemar bahkan mempertanyakan kemampuan tekniknya yang seharusnya menjadi keunggulannya.
Kondisi Tottenham semakin mengkhawatirkan, dengan posisi mereka di klasemen yang hanya terpaut empat poin dari zona degradasi, tepatnya di peringkat 16. Meski musim lalu di bawah asuhan Ange Postecoglou, ancaman degradasi lebih terdengar sebagai lelucon, kini situasinya berbeda. Klub-klub di zona bahaya menunjukkan performa lebih baik, seperti Wolves yang menahan imbang Arsenal dan West Ham yang tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir. Tottenham memiliki pemain berkualitas yang bisa membawa perubahan, tetapi hasil positif tampaknya masih jauh dari jangkauan.
Artikel Tag: arsenal
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/arsenal-hancurkan-tottenham-4-1-penampilan-buruk-pemain-kunci-jadi-sorotan

