Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Parma Tundukkan Milan 1-0: Troilo dan Corvi Jadi Bintang Lapangan

    February 23, 2026

    Dolar AS Tertekan Pembatalan Tarif Trump

    February 23, 2026

    Kisah Legenda Bulu Tangkis Indonesia Hendrawan, Rela Nyeker dan Pinjamkan Sepatu ke Pebulu Tangkis Jamaika : Okezone Sports

    February 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Low Tuck Kwong dan Ironi Negeri Kaya dengan Mayoritas Rakyat Jelata

    Low Tuck Kwong dan Ironi Negeri Kaya dengan Mayoritas Rakyat Jelata

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 23, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Pemenang lelangnya adalah Low Tuck Kwong, Raja Batubara pendiri PT Bayan Resources Tbk, yang merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia.


    Kekayaan bersih Low yang berfluktuasi di kisaran 27,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 344 triliun hingga Rp457 triliun) per awal 2026. 

    Bagi Low, nilai harga lukisan SBY dibandingkan dengan jumlah kekayaannya, hanya Rp2.000 bagi masyarakat awam. 



    Bisa dikatakan, jika dibandingkan dengan rakyat kebanyakan, nilai lukisan SBY itu ibarat uang parkir di Indomaret atau Alfamaret, cuma kisaran Rp2000.

    Kenapa demikian?

    Low membayar Rp6,5 miliar dengan kekayaan miliknya yang mencapai Rp344 triliun hingga Rp457 triliun. Jadi, jika rakyat kebanyakan yang penghasilannya hanya UMR (kisaran 4-5 juta/bulan), ya nilai lukisan SBY itu tak lebih mahal dari uang parkir senilai Rp2.000.

    Kondisi itu menggambarkan betapa timpangnya penguasaan harta di negeri ini. Kekayaan di negeri ini, yang semestinya menjadikan seluruh rakyatnya sejahtera, ternyata tidak demikian. Mayoritas rakyat justru mengalami nestapa.

    Sampai-sampai, ada seorang anak SD yang harus bunuh diri karena tak bisa beli pensil dan buku. Bukan karena tak bisa beli lukisan kuda api milik SBY.

    Anomali ini berangkat dari tidak adilnya sistem distribusi harta di negeri ini. Adopsi atas sistem kapitalisme dengan ide kebebasan kepemilikan (Free Ownership), menjadikan orang yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.

    Semestinya, harus diterapkan sistem ekonomi yang mendistribusikan harta di tengah manusia secara adil. 

    Itulah sistem ekonomi Islam yang telah membagi kepemilikan menjadi tiga: 1. Kepemilikan Individu (Al Milkiyatul Fardiyah), 2. Kepemilikan Umum (Al Milkiyatul Ammah) dan 3. Kepemilikan Negara (Al Milkiyatul Daulah).

    Harta yang dikuasai Low berupa tambang batubara terkategori milik umum. Menurut syariat Islam, haram bagi individu, swasta maupun koprasi (asing maupun aseng) menguasai tambang batubara. 

    Semestinya, tambang batubara dikelola oleh negara selaku wakil umum, selanjutnya manfaatnya dikembalikan kepada rakyat. 

    Problemnya, negara mengadopsi hukum sekuler dari ideologi kapitalisme. Negara justru memfasilitasi tambang-tambang dikuasai swasta hingga asing dan aseng. 

    Sementara, untuk mengelola pemerintahan dan pelayanan publik, negara malah membebani rakyat dengan pungutan pajak.

    Batubara, emas, gas alam, nikel, minyak, dan berbagai tambang-tambang melimpah lainnya, menurut sistem ekonomi Islam haram diserahkan pada swasta. Negara wajib mengelola dan mengembalikan seluruh manfaatnya kepada rakyat. 

    Kembali ke soal lukisan SBY, bagi Low Tuck Kwong, lukisan itu tak mahal. Hanya setara uang parkir bagi rakyat kebanyakan. Karena Low kaya raya dari tambang batubara, yang semestinya kekayaan itu dimiliki oleh rakyat. 

    Hari ini, kita begitu mudah terkesima dengan jargon filantropi dengan dalih lelang amal melalui pembelian lukisan dengan harga fantastis. 

    Lalu, tidakkah kita rindu sistem Islam diterapkan di negeri ini, yang dengan penerapan Islam akan membagikan harta secara adil kepada seluruh manusia?

    Ahmad Khozinudin
    Sastrawan Politik 



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Dolar AS Tertekan Pembatalan Tarif Trump

    February 23, 2026

    Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’ di Jalur Layang Ciledug

    February 23, 2026

    Olimpiade Musim Dingin 2026 Resmi Berakhir

    February 23, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Parma Tundukkan Milan 1-0: Troilo dan Corvi Jadi Bintang Lapangan

    Berita Olahraga February 23, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia: Di San Siro malam ini, AC Milan harus menelan pil pahit…

    Dolar AS Tertekan Pembatalan Tarif Trump

    February 23, 2026

    Kisah Legenda Bulu Tangkis Indonesia Hendrawan, Rela Nyeker dan Pinjamkan Sepatu ke Pebulu Tangkis Jamaika : Okezone Sports

    February 23, 2026

    Pramuka Kendal Refleksikan Satya dan Darma pada Renungan Baden Powell 2026 Tingkat Kwarcab Kendal

    February 23, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Parma Tundukkan Milan 1-0: Troilo dan Corvi Jadi Bintang Lapangan

    February 23, 2026

    Dolar AS Tertekan Pembatalan Tarif Trump

    February 23, 2026

    Kisah Legenda Bulu Tangkis Indonesia Hendrawan, Rela Nyeker dan Pinjamkan Sepatu ke Pebulu Tangkis Jamaika : Okezone Sports

    February 23, 2026

    Pramuka Kendal Refleksikan Satya dan Darma pada Renungan Baden Powell 2026 Tingkat Kwarcab Kendal

    February 23, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.