Jakarta, CNN Indonesia —
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Utara Sabah Malaysia, tidak berpotensi tsunami di Indonesia.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya Senin (23/2).
Gempa terjadi pada Minggu (22/2) pukul 23.57 WIB dengan episenter yang terletak pada koordinat 6.94° LU; 116.26° BT atau tepatnya di laut sekitar 109 km timur laut Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, pada kedalaman sekitar 628 km.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas deformasi dalam Lempeng Laut Filipina. Gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar geser naik ( oblique Thrust-Fault ),” jelasnya.
Gempa menimbulkan guncangan di daerah Nunukan dengan skala intensitas III MMI, dan daerah Tarakan dengan skala intensitas II MMI.
(isn/isn)
[Gambas:Video CNN]

