Dikutip dari situs Olympics, Senin 23 Februari 2206, negara Skandinavia itu menutup Olimpiade Musim Dingin dengan koleksi 41 medali yang terdiri dari 18 emas, 12 perak, dan 11 perunggu. Jumlah emas yang tinggi membuat posisi Norwegia tak tersentuh hingga hari terakhir kompetisi.
Di bawah Norwegia, Amerika Serikat (AS) finis di posisi kedua dengan 12 emas, 12 perak, dan 9 perunggu atau total 33 medali. Posisi ketiga ditempati Belanda yang mengoleksi 10 emas, 7 perak, dan 3 perunggu.
Italia sebagai tuan rumah berada di peringkat keempat dengan 10 emas, 6 perak, dan 14 perunggu, disusul Jerman di posisi kelima dengan 8 emas, 10 perak, dan 8 perunggu.
Prancis menempati peringkat keenam lewat raihan 8 emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Swedia berada di urutan ketujuh dengan 8 emas, 6 perak, dan 4 perunggu. Swiss menyusul di posisi kedelapan setelah mengumpulkan 6 emas, 9 perak, dan 8 perunggu.
Austria finis di peringkat kesembilan dengan 5 emas, 8 perak, dan 5 perunggu, sementara Jepang melengkapi 10 besar dengan 5 emas, 7 perak, dan 12 perunggu.
Sorotan utama tetap tertuju pada Norwegia. Dengan 18 medali emas dan total 41 medali, mereka kembali menegaskan diri sebagai kekuatan utama olahraga musim dingin dunia berkat konsistensi sistem pembinaan.

