Konferensi pers tersebut awalnya berjalan formal dengan paparan resmi dari Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani.
Keduanya membeberkan capaian negosiasi Indonesia yang diklaim berhasil menekan tarif dagang AS dari 32 persen menjadi 19 persen.
Namun suasana berubah ketika sesi pemaparan dan tanya jawab usai. Dalam tayangan siaran langsung, kamera menangkap interaksi singkat antara Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dan Rosan.
Teddy terlihat bergerak mendekati Rosan dari belakang posisi Airlangga, lalu membisikkan sesuatu yang cukup jelas tertangkap mikrofon.
“Ngundang saya cuma buat pajangan?” celetuk Teddy yang diduga disampaikan kepada Rosan dalam cuplikan video yang beredar di media sosial yang dilihat redaksi Senin, 23 Februari 2026.
Kalimat Teddy sontak memantik beragam tafsir di ruang publik, terlebih karena diucapkan di tengah momentum penting pengumuman pencapaian diplomasi ekonomi bilateral.
Cuplikan video yang memuat momen tersebut segera viral dan mengundang respons beragam dari warganet. Sebagian menilai pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan lantaran tidak diberi kesempatan berbicara dalam forum resmi.
Namun tak sedikit pula yang menganggapnya sekadar candaan internal antarkolega di tengah situasi yang cair setelah agenda formal berakhir.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai konteks lengkap percakapan tersebut.

