Kegiatan yang digelar secara luring dan daring tersebut, dihadiri oleh Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Anggota yang mengampu Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI Lolly Suhenty, dan Anggota sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Totok Hariyono.
Dalam pidato pembukaan, Lolly menyampaikan maksud penyelenggaraan program Ngabuburit Pengawasan yang mengangkat tema “Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu”.
“Ngabuburit Pengawasan mengambil tema tentang penguatan spirit kelembagaan, karena hal yang pertama adalah bagi internal jajaran pengawas-pemilu, ini momentum yang paling tepat untuk mengingat kembali soal sumpah jabatan yang pernah diucapkan,” ucap Lolly.
Selain itu, ia memandang momentum non-tahapan sekarang ini dapat menjadi masa refleksi bagi internal kelembagaan Bawaslu dan seluruh jajaran pengawas-pemilu untuk selalu diingatkan kembali soal pengabdian pekerjaan yang telah diamanahkan.
“Bahwa hari ini Bawaslu mendapatkan banyak sorotan, ada kritik membangun yang sifatnya konstruktif, ada kritik yang bikin panas telinga karena kemudian menjadi destruktif misalnya, adalah sebuah keniscayaan dari lembaga yang memang hadirnya itu kemudian dirasakan,” tutur Lolly.
“Bagi saya, ketika kritik terhadap Bawaslu itu tajam, itu kuat, maka satu hal yang perlu kita ingat, berarti Bawaslu mendapatkan perhatian. Berarti Bawaslu menjadi penting karena orang kemudian memberikan perhatian,” sambungnya.
Oleh karenanya, Lolly mengajak seluruh jajaran Bawaslu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk bisa meresapi kembali semangat bekerja yang menjadi tugas penting dalam negara demokrasi.
“Dalam konteks demokrasi Indonesia, maka Ramadan menjadi penting untuk kita gunakan momentumnya, mengingatkan kita semua, sepanas apapun situasi yang ada, jangan pernah kehilangan harapan, karena sesungguhnya nilai yang kita perjuangkan akan bisa ditegakkan,” jelas mantan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat itu.
“Bagi seluruh jajaran Bawaslu Republik Indonesia yang ada di provinsi, kabupaten/kota, mari lakukan kerja-kerja terbaik di masa non-tahapan, karena kerja Bawaslu tidak hanya selama tahapan pemilu, tapi itu lintas waktu. Lima tahun dia dilantik, tugas kewajiban harus ditunaikan, termasuk di masa non-tahapan,” demikian Lolly menambahkan.

