Berita F1 kali ini datang dari pembalap Racing Bulls, Liam Lawson, yang memilih untuk menyimpan pendapatnya ketika ditanya mengenai mobil F1 tahun ini. Olahraga balap ini sedang mengalami perubahan besar dengan diperkenalkannya mesin yang menggunakan energi kombinasi 50-50 antara pembakaran dan listrik, serta menggunakan bahan bakar yang 100% berkelanjutan.
Dalam dua kali tes tiga hari di Sirkuit Internasional Bahrain selama dua minggu terakhir, para pembalap memberikan tanggapan yang cukup jelas. Beberapa, seperti juara F1 empat kali dari Red Bull, Max Verstappen, lebih kritis dibandingkan yang lain. Bagi Lawson, lebih bijak untuk tidak ikut-ikutan memberikan kritik meskipun keheningannya sudah cukup berbicara banyak.
Ketika ditanya secara langsung apakah mobil tahun ini menyenangkan untuk dikendarai, Lawson hanya tersenyum dan mengeluarkan kata ‘erm’ setelah jeda selama tujuh detik. Ketika penanya hanya menjawab, ‘Oke’, yang memicu tawa dari media yang hadir, tim PR langsung campur tangan dengan mengatakan, ‘Pertanyaan berikutnya’.
Pertanyaan lanjutan memberikan wawasan lebih dalam tentang perasaan Lawson mengenai hal ini. Dia ditanya apakah seorang pembalap selalu menginginkan downforce maksimal dan kecepatan saat menikung, atau apakah manajemen energi yang menghambatnya. Lawson menjawab, “Ini kombinasi. Jelas, saat Anda sedang kualifikasi, Anda ingin mengemudikan mobil secepat mungkin. Anda tidak perlu memikirkan pengelolaan energi.”
“Tapi pada saat yang sama, ketika Anda memiliki cengkeraman yang lebih sedikit, Anda lebih sering tergelincir, dan Anda merasa seperti meninggalkan waktu putaran di meja. Berasal dari mobil yang lebih cepat, secara alami akan terasa frustrasi, atau tidak seasyik itu, tapi pada saat yang sama, ini masih tahap awal pengembangan, jadi saya yakin seiring waktu kita akan menjadi lebih cepat.”
Artikel Tag: red bull
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/liam-lawson-beri-jeda-panjang-soal-keseruan-mobil-f1-2026

