Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Virtus Bologna Pastikan Tanpa Dua Pemain Andalan saat Jamu Barcelona Basket

    February 25, 2026

    Kebijakan WFA Permudah Pegawai Mudik Lebaran Tanpa Tinggalkan Pekerjaan

    February 25, 2026

    Korupsi DJKA, KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi : Okezone News

    February 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Risiko Fiskal dan Kepercayaan Pasar Masih Tekan Rupiah

    Risiko Fiskal dan Kepercayaan Pasar Masih Tekan Rupiah

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 25, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Pakar ekonomi dan pengamat pasar modal Ferry Latuhihin menilai persoalan utama bukan semata pada angka kurs, melainkan pada faktor fundamental yang memengaruhi kepercayaan pasar.


    Dalam perbincangan di podcast bersama akademisi dan ekonom Rhenald Kasali baru-baru ini, Ferry menjelaskan bahwa hampir setiap krisis ekonomi besar berawal dari gejolak mata uang.

    “Kalau mata uang tertekan, efeknya ke mana-mana: inflasi, kemiskinan, daya beli turun. Itu sebabnya isu nilai tukar selalu sensitif,” ujarnya, dikutip redaksi di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.



    Ferry juga menyoroti keputusan Moody’s beberapa waktu lalu yang menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif sebagai salah satu pemicu tekanan di pasar keuangan.

    Menurutnya, meski belum terjadi penurunan peringkat (rating), pasar membaca perubahan outlook sebagai sinyal potensi risiko ke depan.

    “Outlook itu gambaran kondisi ke depan. Memang belum turun rating, tapi pasar melihat ini bisa berujung ke sana. Itu yang memicu kekhawatiran,” jelasnya.

    Ia menambahkan, outlook negatif seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan koreksi kebijakan guna memulihkan kepercayaan investor.

    “Tujuan outlook negatif itu agar ada pembenahan. Tapi kalau responsnya tidak meyakinkan, pasar bisa kehilangan kepercayaan,” katanya.

    Di sisi fiskal, Ferry menilai pemerintah menghadapi tekanan akibat penurunan penerimaan pajak di tengah belanja negara yang meningkat. Kondisi tersebut memperlebar defisit anggaran dan berpotensi menambah beban pembiayaan melalui utang.

    Ia mengingatkan bahwa rasio pembayaran utang terhadap penerimaan negara (debt service ratio) saat ini sudah berada di kisaran 25 persen. Artinya, seperempat penerimaan negara digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang.

    “Kalau ekonomi melambat dan penerimaan pajak turun, sementara utang terus bertambah, itu yang menjadi kekhawatiran pasar,” ujarnya.

    Menurut Ferry, langkah penyesuaian belanja atau penghematan (spending cut) bisa menjadi opsi untuk meredam kekhawatiran fiskal, dibandingkan terus mengandalkan penambahan utang sebagai sumber pembiayaan defisit.

    Ferry menegaskan, stabilitas nilai tukar dalam jangka menengah dan panjang sangat bergantung pada kredibilitas kebijakan ekonomi. Pasar, kata dia, selalu merespons persepsi terhadap risiko.

    “Ini bukan hanya soal kurs hari ini di angka berapa, tapi soal arah kebijakan dan kepercayaan. Kalau confidence kembali, tekanan bisa mereda. Tapi kalau tidak, volatilitas akan terus ada,” ujarnya.

    Di tengah dinamika global dan domestik, ia menilai konsistensi kebijakan fiskal dan komunikasi pemerintah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar keuangan ke depan.



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Kebijakan WFA Permudah Pegawai Mudik Lebaran Tanpa Tinggalkan Pekerjaan

    February 25, 2026

    BPOM Didesak Gelar Razia Imbas Temuan Kurma Disiram Sirup Glukosa

    February 25, 2026

    Emas Antam Anjlok Rp45 Ribu Hari Ini, Harga Perak Dibanderol Rp54.150/Gram

    February 25, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Virtus Bologna Pastikan Tanpa Dua Pemain Andalan saat Jamu Barcelona Basket

    Berita Olahraga February 25, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Basket Eropa: Virtus Bologna akan menghadapi laga EuroLeague mendatang melawan FC Barcelona dengan sejumlah…

    Kebijakan WFA Permudah Pegawai Mudik Lebaran Tanpa Tinggalkan Pekerjaan

    February 25, 2026

    Korupsi DJKA, KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi : Okezone News

    February 25, 2026

    Leeds United dan Crystal Palace Pantau Patrick Agyemang

    February 25, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Virtus Bologna Pastikan Tanpa Dua Pemain Andalan saat Jamu Barcelona Basket

    February 25, 2026

    Kebijakan WFA Permudah Pegawai Mudik Lebaran Tanpa Tinggalkan Pekerjaan

    February 25, 2026

    Korupsi DJKA, KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi : Okezone News

    February 25, 2026

    Leeds United dan Crystal Palace Pantau Patrick Agyemang

    February 25, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.