Berita Tinju: Devin Haney kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk terlibat dalam duel akbar melawan Ryan Garcia. Bagi Haney, pertarungan ulang tersebut bukan sekadar pembalasan, melainkan laga terbesar yang bisa ditawarkan dunia tinju saat ini.
Haney, 27 tahun, baru saja memperkuat posisinya di jajaran elite setelah merebut gelar WBO kelas welter pada November lalu. Ia mengalahkan Brian Norman Jr dengan kemenangan angka mutlak, termasuk mencetak knockdown di ronde kedua. Gelar tersebut melengkapi koleksinya setelah sebelumnya menjadi juara dunia di kelas ringan dan super ringan, dengan kemenangan penting atas Vasyl Lomachenko dan Regis Prograis.
Satu satunya noda dalam perjalanan karier Haney terjadi saat menghadapi Ryan Garcia pada April 2024. Kala itu ia kalah majority decision setelah tiga kali terjatuh. Namun hasil tersebut dibatalkan dan diubah menjadi no contest setelah Garcia dinyatakan positif menggunakan zat terlarang ostarine. Kontroversi tersebut membuat rivalitas keduanya semakin panas dan memancing perdebatan panjang di kalangan penggemar.
Setelah menjalani hukuman larangan bertanding selama satu tahun, Garcia kembali naik ring dan berhasil merebut sabuk WBC kelas welter usai mengalahkan Mario Barrios dengan kemenangan angka yang meyakinkan. Dengan masing masing memegang gelar utama, peluang duel unifikasi antara Haney dan Garcia pun terbuka lebar.
Haney bahkan sempat mengunggah poster simulasi laga ulang mereka di media sosial. Ia juga menyelipkan sindiran halus terkait kepatuhan terhadap aturan antidoping. Meski tidak menyebut secara langsung, pesan tersebut jelas mengacu pada kontroversi yang sempat mencoreng pertemuan pertama mereka.
“Saya ingin pertarungan terbesar yang bisa dibuat di olahraga ini,” tulis Haney. Ia menegaskan bahwa duel tersebut adalah yang paling layak dinantikan publik.
Namun Garcia memiliki rencana lain. Seusai kemenangannya, ia justru menyatakan ketertarikan menghadapi Shakur Stevenson, juara WBO kelas super ringan. Pernyataan itu membuka kemungkinan bahwa duel unifikasi melawan Haney belum tentu menjadi prioritas terdekat.
Secara komersial dan kompetitif, laga Devin Haney kontra Ryan Garcia tetap menjadi magnet utama. Rivalitas yang sudah terbangun sejak amatir, kontroversi doping, serta status juara dunia di divisi yang sama menjadikan pertarungan ini bernilai tinggi. Kini keputusan ada di tangan kedua kubu, apakah memilih menyelesaikan rivalitas atau mengambil jalur berbeda di puncak kelas welter.
Artikel Tag: wbc, tinju kelas welter, devin haney, ryan garcia
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/devin-haney-bidik-duel-unifikasi-lawan-ryan-garcia

