Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Open VAR Ungkap Adanya Kebingungan Terkait Gol Parma di San Siro

    February 25, 2026

    Instabilitas Bisa Meledak Jika Legitimasi Melemah

    February 25, 2026

    Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus dan Bebaskan Guru Honorer di Probolinggo : Okezone News

    February 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Harga Minyak Merangkak Naik Jelang Pertemuan AS-Iran

    Harga Minyak Merangkak Naik Jelang Pertemuan AS-Iran

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 25, 2026No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent diperdagangkan di level 71,22 Dolar AS per barel, naik 45 sen atau 0,64 persen. Sementara minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 42 sen atau 0,64 persen menjadi 66,05 Dolar AS per barel.


    Sebelumnya, harga Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak akhir Juli, sedangkan WTI mencapai posisi tertinggi sejak awal Agustus. Kenaikan ini terjadi setelah AS meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah guna menekan Iran agar bernegosiasi terkait program nuklir dan rudal balistiknya.

    Kekhawatiran utama investor adalah kemungkinan konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu pasokan minyak, terutama dari Iran yang merupakan produsen minyak terbesar ketiga di dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, yang menjadi pusat produksi minyak dunia, bisa mendorong harga naik lebih tinggi.



    Upaya diplomasi masih berlangsung. Utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan bertemu delegasi Iran dalam putaran ketiga pembicaraan di Jenewa. 

    Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai masih belum jelas apakah konsesi Iran akan memenuhi tuntutan AS terkait kebijakan “nol pengayaan” uranium.



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Instabilitas Bisa Meledak Jika Legitimasi Melemah

    February 25, 2026

    Prajurit TNI Tewas dalam Penyerangan Pos Keamanan di Nabire

    February 25, 2026

    THR Sebaiknya Cair H-14 Demi Pengawasan dan Daya Beli Pekerja

    February 25, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Open VAR Ungkap Adanya Kebingungan Terkait Gol Parma di San Siro

    Berita Olahraga February 25, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia: Rekaman terbaru dari Open VAR mengungkapkan adanya kebingungan besar di antara…

    Instabilitas Bisa Meledak Jika Legitimasi Melemah

    February 25, 2026

    Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus dan Bebaskan Guru Honorer di Probolinggo : Okezone News

    February 25, 2026

    Prajurit TNI Tewas dalam Penyerangan Pos Keamanan di Nabire

    February 25, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Open VAR Ungkap Adanya Kebingungan Terkait Gol Parma di San Siro

    February 25, 2026

    Instabilitas Bisa Meledak Jika Legitimasi Melemah

    February 25, 2026

    Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus dan Bebaskan Guru Honorer di Probolinggo : Okezone News

    February 25, 2026

    Prajurit TNI Tewas dalam Penyerangan Pos Keamanan di Nabire

    February 25, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.