Melemahnya harga ini dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) para investor serta menguatnya nilai tukar Dolar AS.
Harga emas spot terpantau turun 1,4 persen ke level 5.158,24 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS menyusut 0,9 persen ke posisi 5.176,30 Dolar AS. Menurut Analis Kitco Metals, Jim Wyckoff, penurunan ini adalah koreksi teknikal yang wajar setelah harga melonjak tajam sebelumnya.
Kenaikan tipis indeks DolarĀ AS sebesar 0,1 persen membuat emas jadi lebih mahal bagi kolektor mata uang selain greenback.
Pasar juga masih mencerna langkah Presiden Donald Trump yang tetap memberlakukan tarif 10 persen untuk barang impor, meski ada perdebatan hukum soal wewenang tarif darurat tersebut.
Investor mulai bersikap wait-and-see menjelang perundingan nuklir putaran ketiga antara AS dan Iran di Jenewa pada Kamis mendatang.
Meski terkoreksi, daya tarik emas sebagai aset aman (safe-haven) dinilai masih kuat. Ketegangan global dan kekhawatiran soal pengangguran struktural akibat adopsi AI, seperti yang diingatkan oleh pejabat Fed, Raphael Bostic, tetap menjaga posisi emas sebagai instrumen pelindung nilai favorit.
Haga perak ikut turun 1,2 persen ke 87,21 Dolar AS per ons. Platinum dan paladium justru tampil beda dengan kenaikan masing-masing 1 persen dan 2,3 persen.

