Purwojati, 26 Februari 2026 — Semangat pembinaan kepramukaan di wilayah Kwarran Purwojati tetap menyala meski berada di bulan suci Ramadan. Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati melaksanakan kegiatan penentuan kontingen finalis Pesta Siaga dengan metode jemput bola pada Kamis, 26 Februari 2026.
Berbeda dari pelaksanaan pada umumnya, sistem jemput bola diterapkan dengan cara tim penguji mendatangi langsung pangkalan para finalis di masing-masing sekolah. Adapun pangkalan yang dikunjungi dalam kegiatan ini meliputi SDN Klapasawit, MI Kalitapen, dan SDN 1 Karangtalun Kidul. Metode ini dipilih sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi bulan Ramadan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi peserta didik agar tetap dapat mengikuti proses seleksi tanpa mengganggu ibadah puasa.
Dengan sistem tersebut, peserta tidak perlu melakukan perjalanan jauh dan dapat mengikuti penilaian di lingkungan sekolah masing-masing. Wakil Ketua Bina Muda Kwarran Purwojati, Kak Galih Latiano, menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak harus berhenti selama Ramadan. Justru, menurutnya, momen ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengendalian diri kepada peserta didik. “Metode jemput bola ini kami nilai efektif dan efisien. Selain menyesuaikan kondisi Ramadan, cara ini juga menjaga semangat anak-anak agar tetap antusias mengikuti seleksi Pesta Siaga tanpa merasa terbebani,” jelasnya. Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh tim penguji dengan tetap memperhatikan standar dan kriteria yang telah ditetapkan dalam seleksi Pesta Siaga tingkat ranting.
Meskipun dilaksanakan dalam suasana puasa, semangat peserta terlihat tinggi. Mereka tetap menunjukkan kesiapan, keceriaan, dan kemampuan terbaiknya dalam setiap aspek yang dinilai. Ketua Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., turut memberikan apresiasi atas inovasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut beliau, metode jemput bola merupakan solusi adaptif yang menunjukkan bahwa pembinaan karakter melalui Pramuka dapat tetap berjalan dalam berbagai situasi. “Bulan Ramadan bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi. Justru di bulan penuh berkah ini, kita belajar tentang kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Saya mengapresiasi tim yang telah berinisiatif menggunakan metode jemput bola agar seleksi tetap berjalan optimal,” ujar Kak Sodiqun Wahab. Beliau juga menegaskan bahwa pembinaan Pramuka di Kwarran Purwojati harus terus bergerak maju dengan inovasi yang relevan terhadap kondisi yang ada. “Kita ingin mencetak generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berakhlak. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang mencari perwakilan terbaik, tetapi juga tentang membangun karakter anak-anak kita agar siap menghadapi tantangan di masa depan,” tambahnya. Dengan pelaksanaan sistem jemput bola ini, proses seleksi kontingen Pesta Siaga Kwarran Purwojati diharapkan dapat berjalan lancar, objektif, dan menghasilkan peserta terbaik yang siap mewakili ranting pada ajang Pesta Siaga tingkat cabang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kepramukaan tetap hidup dan adaptif, bahkan di tengah suasana Ramadan.
Kegiatan penentuan kontingen finalis Pesta Siaga di lingkungan Kwarran Purwojati tetap berlangsung meski dalam suasana bulan puasa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, dengan menggunakan sistem jemput bola, di mana tim penguji berkeliling mendatangi langsung pangkalan para finalis.
Tim penguji mendatangi sejumlah sekolah dasar sebagai lokasi pangkalan, yakni SDN Klapasawit, MI Kalitapen, dan SDN 1 Karangtalun Kidul. Metode ini dipilih untuk menyesuaikan kondisi Ramadan sekaligus memberikan kemudahan bagi peserta agar tetap dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
Wakil Ketua Bina Muda, Galih Latiano, menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan tetap dapat dilaksanakan selama Ramadan dengan inovasi metode jemput bola. Menurutnya, cara ini dinilai lebih efektif dan efisien, serta mampu menjaga semangat peserta didik dalam berlatih dan berkompetisi tanpa mengganggu ibadah puasa.
Sementara itu, Ketua Kwarran Purwojati, Sodiqun Wahab, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai metode jemput bola menjadi solusi tepat agar pembinaan karakter melalui Pramuka tetap berjalan optimal. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan komitmen bersama dalam mencetak generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berakhlak, meskipun dilaksanakan di tengah keterbatasan waktu dan kondisi bulan suci.
Dengan pelaksanaan sistem jemput bola, diharapkan proses seleksi kontingen cabang dapat berlangsung lancar dan menghasilkan peserta terbaik yang siap mewakili Kwarran Purwojati pada ajang Pesta Siaga tingkat cabang.
Pewarta : Nandita Widyatmoko

