Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Banyak Kontroversi, FIGC Resmi Luncurkan Program Revolusi Wasit

    February 26, 2026

    Saor Siagian: Reformasi Polri Harus Dimulai dari “Dosa” Rekrutmen : Okezone News

    February 26, 2026

    Korupsi Riza Chalid, 3 Petinggi Anak Pertamina Divonis 9-10 Tahun Bui

    February 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Pengusaha AS Adukan Panel Surya RI Gegara Terima Subsidi

    Pengusaha AS Adukan Panel Surya RI Gegara Terima Subsidi

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 26, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Atas dasar itu, Departemen Perdagangan AS (DOC) mengumumkan pengenaan bea masuk penyeimbang (countervailing duties) terhadap produk surya dari ketiga negara tersebut.


    Mengutip Reuters, Kamis 26 Februari 2026, AS menetapkan tarif subsidi umum sebesar 125,87 persen untuk impor dari India, 104,38 persen untuk impor dari Indonesia, dan 80,67 persen untuk impor dari Laos.

    Dalam pengumuman pada Selasa waktu setempat, otoritas perdagangan AS menyatakan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tiga negara itu diduga menerima dukungan pemerintah yang membuat harga produk mereka lebih kompetitif dibanding produk surya buatan Amerika di pasar domestik.



    Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan tarif yang telah berlangsung lebih dari satu dekade terhadap produk surya asal Asia, yang banyak diproduksi perusahaan berbasis Tiongkok.

    Berdasarkan data perdagangan pemerintah AS, impor panel dan sel surya dari Indonesia, India, dan Laos pada tahun lalu mencapai 4,5 miliar dolar AS atau sekitar dua pertiga dari total impor surya AS sepanjang 2025.

    Kasus ini diajukan oleh kelompok industri Alliance for American Solar Manufacturing and Trade, yang mewakili sebagian produsen tenaga surya domestik. Anggotanya antara lain Hanwha Qcells, First Solar, dan Mission Solar Energy.

    Tim Brightbill, pengacara utama aliansi tersebut, menyambut baik keputusan pemerintah AS. Ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah penting untuk memulihkan persaingan yang adil dan melindungi investasi miliaran dolar di pabrik-pabrik tenaga surya domestik.

    “Produsen Amerika menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun kembali kapasitas domestik dan menciptakan lapangan kerja dengan gaji yang layak. Investasi tersebut tidak akan berhasil jika impor yang diperdagangkan secara tidak adil dibiarkan mendistorsi pasar,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

    Selain tarif umum, Departemen Perdagangan juga menetapkan tarif individual untuk sejumlah perusahaan. Dari Indonesia, PT Blue Sky Solar dikenai tarif 143,3 persen dan PT REC Solar Energy sebesar 85,99 persen. Sementara dari India, Mundra Solar dikenai tarif 125,87 persen.

    Keputusan ini merupakan yang pertama dari dua pengumuman dalam perkara perdagangan tersebut. Bulan depan, Departemen Perdagangan AS akan mengeluarkan keputusan terpisah terkait dugaan praktik dumping, yakni apakah perusahaan-perusahaan tersebut menjual produk di bawah biaya produksi di pasar AS.

    Keputusan final dalam penyelidikan bea masuk penyeimbang ini diperkirakan diumumkan pada Juli mendatang.



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Insiden Bawean 2003 dan Makna Kedaulatan Udara dalam Kepentingan Nasional

    February 26, 2026

    Kerry Adrianto Riza Divonis 15 Tahun Penjara

    February 26, 2026

    Kader PDIP Dilarang Keras Manfaatkan Program MBG

    February 26, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Banyak Kontroversi, FIGC Resmi Luncurkan Program Revolusi Wasit

    Berita Olahraga February 26, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia: FIGC secara resmi meluncurkan program revolusi wasit menyusul banyaknya keputusan kontroversial…

    Saor Siagian: Reformasi Polri Harus Dimulai dari “Dosa” Rekrutmen : Okezone News

    February 26, 2026

    Korupsi Riza Chalid, 3 Petinggi Anak Pertamina Divonis 9-10 Tahun Bui

    February 26, 2026

    Wasit Alejandro Hernandez Tak Beri Penalti, Inter Milan Merasa Dirugikan

    February 26, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Banyak Kontroversi, FIGC Resmi Luncurkan Program Revolusi Wasit

    February 26, 2026

    Saor Siagian: Reformasi Polri Harus Dimulai dari “Dosa” Rekrutmen : Okezone News

    February 26, 2026

    Korupsi Riza Chalid, 3 Petinggi Anak Pertamina Divonis 9-10 Tahun Bui

    February 26, 2026

    Wasit Alejandro Hernandez Tak Beri Penalti, Inter Milan Merasa Dirugikan

    February 26, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.