Rektor SGU, Assoc. Prof. Dr. Dipl-Ing. Samuel P. Kusumocahyo menjelaskan mahasiswa yang berangkat berasal dari berbagai program studi strategis, mulai dari Mechatronics hingga Business Accounting dengab menjalani fase studi internasional sekaligus meraih dua gelar sarjana.
Bagi mereka, ini bukan sekadar pertukaran pelajar, melainkan langkah awal menuju karier global.
“Pelepasan ini menjadi pengingat bahwa di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pengalaman internasional bukan lagi nilai tambah, melainkan kebutuhan. Negara-negara maju kini mencari lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan lintas budaya, adaptasi global, dan pengalaman nyata di lingkungan internasional,” kata Samuel dalam keterangan resmi yang diterima Sabtu, 28 Februari 2026.
Sejak berdiri pada tahun 2000, SGU sendiri telah memposisikan diri sebagai pionir pendidikan internasional di Indonesia.
Ribuan alumni telah dikirim untuk menempuh double degree dan magang profesional di berbagai negara, terutama Jerman dan Swiss, dua negara dengan reputasi kuat dalam teknologi, industri, dan inovasi.
Saat ini, SGU juga menyelenggarakan beragam program studi S1 dan S2 yang berada di bawah tiga fakultas utama, yaitu Faculty of Life Sciences and Technology, Faculty of Business and Communications, serta Faculty of Engineering and Information Technology.
“Banyak orang tua ingin anaknya siap menghadapi dunia global, tetapi tidak semua tahu jalannya. Di SGU, jalur itu sudah kami bangun sejak lebih dari dua dekade lalu,” kata Samuel.
Ia menegaskan, Mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk merasakan pendidikan
internasional.
“Mereka menjalaninya langsung sebagai bagian dari kuliah.
Inilah investasi pendidikan yang berdampak jangka panjang,” pungkasnya.

