Mengutip kantor berita IRNA, Gubernur Minab, Mohammad Radmehr telah mengkonfirmasi bahwa Sekolah Shajareye Tayabeh menjadi target serangan langsung. Bangunan sekolah itu disebut ambruk usai dibombardir Israel.
Menurut Radmehr sampai saat ini puluhan siswa itu masih tertimbun reruntuhan bangunan sekolah. Tim penyelamat terus dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban di tengah puing-puing bangunan.
“Operasi penyelamatan dan bantuan masih berlangsung,” ujarnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengecam serangan yang menargetkan para pelajar itu, dan meminta PBB untuk segera bertindak.
“Ini adalah kejahatan yang terang-terangan. Dunia harus menentang ketidakadilan yang serius ini. Dewan Keamanan PBB harus bertindak sekarang dalam menjalankan tanggung jawab utamanya berdasarkan Piagam PBB,” tuturnya.
Serangan ini terjadi di tengah operasi militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi.
Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balasan berskala besar. Sejumlah rudal balistik dan drone dilaporkan ditembakkan ke wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

