Transisi Energi RI (Foto: Okezone)
JAKARTA – Indonesia melakukan transisi energi bersih nasional dengan mengembangkan ekosistem hidrogen hijau untuk sektor transportasi dan industri di Indonesia. Inovasi mobil berbasis green hydrogen, Hydrogen Refueling Station (HRS), serta pemanfaatan energi terbarukan seperti surya dan panas bumi sebagai solusi rendah emisi.
Langkah ini dilakukan sebagai strategi jangka panjang untuk mendorong dekarbonisasi, memperkuat ketahanan energi domestik, dan mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui pembangunan ekosistem kendaraan ramah lingkungan yang terintegrasi dari produksi hingga infrastruktur pengisian.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transformasi industri otomotif nasional menuju era yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“IIMS menjadi wadah strategis untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat. Kami mendorong inovasi kendaraan berbasis energi bersih, termasuk hidrogen, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam pengembangan industri otomotif ramah lingkungan,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa pengembangan green hydrogen merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mempercepat transformasi energi nasional.
“PLN Indonesia Power tidak hanya fokus pada penyediaan listrik, tetapi juga mengambil peran strategis dalam menghadirkan solusi energi bersih masa depan. Pengembangan green hydrogen menjadi salah satu pilar penting kami dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi dan industri, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya domestik,” ujar Bernadus, Sabtu (28/2/2026).

