Eks Pejabat Top Israel Mau Lengserkan PM Netanyahu
Internasional
Berita ini muncul dalam konteks politis Israel yang semakin kompleks.
Seorang mantan pejabat top Israel mengungkapkan rencana untuk menggantikan PM Netanyahu, Benjamin Netanyahu.
Mantan pejabat tersebut, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk mempertahankan stabilitas.
Menurutnya, Netanyahu telah kehilangan legitimasi setelah kekalahan di pemilu.
Rencana ini dipicu oleh kekalahan Netanyahu dalam pemilu parlemen Israel yang diselenggarakan pada bulan Mei.
Netanyahu, yang telah menjadi PM Israel selama 15 tahun, kehilangan posisinya sebagai pemimpin partai tertinggi.
Mantan pejabat tersebut mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk mempertahankan stabilitas dan menghindari kekerasan.
Selain itu, mantan pejabat tersebut juga mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk menghindari kegagalan pemerintahan.
**Baca juga:** Perundingan Perdamaian Israel-Palestina dan **Baca juga:** Politik Israel yang Semakin Kompleks.
*Penulis: News Update | Editor: Tim Redaksi | Sumber: CNN Indonesia.*

