Menhan menyampaikan bahwa peresmian layanan Immunotherapy Nusantara dan DSA di RSPPN merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian di bidang kesehatan serta mendorong pengembangan inovasi medis karya anak bangsa.
“Ini tidak hanya untuk kepentingan TNI, tapi untuk seluruh publik bisa mencoba dan menikmati ini. Dan ini semua kita harapkan bisa memberi dorongan kesehatan kepada kita semuanya, bangsa Indonesia, terutama yang mungkin sudah berusia lanjut,” kata Menhan.
“Namun tadi penjelasan dari Pak Terawan, umur 25 saja bisa kena Alzheimer. Jadi saya kira menjaga kesehatan ini adalah hal yang mutlak bagi kita semua,” tambahnya.
Sinergi antara sektor pertahanan dan kesehatan diharapkan dapat memperkuat ketahanan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan produktif.
Turut hadir dalam peresmian itu, di antaranya Menteri Bappenas Rachmat Pambudi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi. R dan Letjen TNI (Purn) dr Terawan Agus Putranto.

