Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Valverde Sadar Tidak Mudah Menjabat Kapten di Real Madrid

    February 15, 2026

    Kementerian HAM Redam Penolakan Gusuran TPU Menteng Pulo II

    February 15, 2026

    Segini Kisaran Gaji TKI di Korea, Berminat? : Okezone Economy

    February 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Program Presiden»Kisah Sedih Ibu dan Bayi di Papua Meninggal Usai Ditolak 4 RS : Okezone Women

    Kisah Sedih Ibu dan Bayi di Papua Meninggal Usai Ditolak 4 RS : Okezone Women

    PewartaIDBy PewartaIDNovember 26, 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email






    Kisah Sedih Ibu dan Bayi di Papua Meninggal Usai Ditolak 4 RS (Foto: Instagram)












    JAKARTA – Kisah sedih seorang ibu dan bayi dalam kandungan meninggal usai ditolak empat Rumah Sakit (RS) di Papua. Peristiwa terjadi pada 16 November 2025, ibu bernama Irene Sokoy mengalami kontraksi di Kampung Kensio, Danau Sentani.

    Nihilnya fasilitas kesehatan di kampung itu membuat keluarga membawa Irene menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari menggunakan speedboat. Adapun jarak antara Kampung Kensio dan RSUD Yowari sekitar 30 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 40–50 menit.

    Adik Irene Sokoy menceritakan, setibanya di RS Yowari pukul 15.00, mereka langsung melakukan pemeriksaan awal. Hasil pemeriksaan mencatat tensi ibu normal, detak jantung bayi stabil, dan pembukaan mencapai lima sentimeter. Perawat bilang semuanya masih normal.

    Namun karena pembukaan tak berubah, Irene dipindahkan ke ruang bersalin untuk pemantauan lebih lanjut pada pukul 18.00 WIT. Di sana, perawat menghubungi dokter jaga untuk meminta arahan medis.

    Dokter kemudian menyarankan pemberian obat perangsang untuk mempercepat proses persalinan. Keluarga diminta menebus resep obat di apotek rumah sakit. Ivan menyebut ada empat jenis obat perangsang yang diberikan.

    “Ada empat jenis obat, yang pertama cairan, kedua antibiotik sama obat perangsang,” paparnya dilansir dari BBC.



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Segini Kisaran Gaji TKI di Korea, Berminat? : Okezone Economy

    February 15, 2026

    Polri Kantongi Identitas Bandar Narkoba yang Libatkan Eks Kapolres Bima : Okezone News

    February 15, 2026

    Terry Putri Rela Kerja Lembur Sejak Jadi Kurir Makanan di Amerika: Di Sana Gak Bisa Gengsi! : Okezone Celebrity

    February 15, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Valverde Sadar Tidak Mudah Menjabat Kapten di Real Madrid

    Berita Olahraga February 15, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Spanyol: Real Madrid melanjutkan performa gemilang mereka di La Liga pada hari…

    Kementerian HAM Redam Penolakan Gusuran TPU Menteng Pulo II

    February 15, 2026

    Segini Kisaran Gaji TKI di Korea, Berminat? : Okezone Economy

    February 15, 2026

    Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Positif Narkoba

    February 15, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Valverde Sadar Tidak Mudah Menjabat Kapten di Real Madrid

    February 15, 2026

    Kementerian HAM Redam Penolakan Gusuran TPU Menteng Pulo II

    February 15, 2026

    Segini Kisaran Gaji TKI di Korea, Berminat? : Okezone Economy

    February 15, 2026

    Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Positif Narkoba

    February 15, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.