Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Preview NBA: Brooklyn Nets Vs New Orleans Pelicans (15 Jan 2026)

    January 14, 2026

    Tiga Anggota Polres Madiun Kota Positif Narkoba

    January 14, 2026

    Blok ke-500 Victor Wembanyama Jadi Momen Ikonik di Tengah Kekalahan Spurs

    January 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Neoliberalisme dan Ketamakan

    Neoliberalisme dan Ketamakan

    PewartaIDBy PewartaIDNovember 26, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Penulis: Revrisond Baswir.
    ISBN: 9786028479684.
    Penerbit: Pustaka Pelajar, Jogjalarta.
    Kertas: HVS.
    Tahun: 2016.
    Sampul: Softcover.
    Harga: Rp40.000,-



    Aku belum selesai masak air saat bel rumah berdentang. Terlihat tukang pos mengantar kiriman. Seminggu lalu memang kami pesan buku. Dan, betul: tukang pos itu mengantarkan buku.

    Ini satu dari puluhan buku keren karya guru Revrisond Baswir yang sedang kami koleksi. Dalam rangka menyusun undang-undang sistem perekonomian nasional, buku bertema neoliberalisme dan ekonomi pasar harus kami tumpuk dan pelajari kembali. Tentu agar perekonomian kita tak jatuh pada ekonomi bagi si kaya dan serakah.

    Sekali lagi, buku ini menceritakan kembali bahwa kita mengalami penjajahan. Belum merdeka 100 persen. Bahkan baru post-kolonial semu. Rentetannya hanya ganti pemain: dari kolonialis jadi konglomeratis, lalu jadi mafiatis, lalu jadi oligarkis dan kini jadi pasukan serakah dan lamis-bengis.

    Padahal, penjajahan adalah hal yang harus dihapuskan karena jadi penyebab dari: 1) Kehilangan kedaulatan. Ya, dalam sejarahnya, penjajahan selalu menghilangkan kedaulatan negara, pemerintah dan warganya sehingga mereka bodoh dan tidak dapat membuat keputusan sendiri (kehilangan masa depan);

    2) Kehilangan sumber daya alam dan manusia (SDA dan SDM). Penjajahan selalu menyebabkan eksploitasi sumber daya alam, manusia dan ekonomi suatu negara, sehingga tidak dapat memanfaatkan sumber daya mereka sendiri (kehilangan masa kini);

    3) Kehilangan kultur yang hidup dan mentradisi. Penjajahan selalu menyebabkan hilangnya budaya dan identitas suatu negara, karena mereka dipaksa untuk mengadopsi budaya, ilmu, agama, teknologi dari penjajah (kehilangan masa lalu);

    4) Banjirnya kekerasan dan penindasan. Penjajahan selalu menyebabkan kekerasan dan penindasan bahkan pembunuhan massal terhadap negara yang dijajah (kehilangan jati diri).

    Buku ini menawarkan antitesanya, bahkan kontra skemanya. Terdiri dari sepuluh bab (h.ix), dengan sangat rinci penulis mencandra neoliberal dan membuat lawan tandingnya. Terlihat penulis begitu ahli dalam tema dan anti temanya.

    Tetapi, bagi banyak ekonom dan hit-man, neoliberalisme itu bikin gentar. Jiwanya bikin gemetar. Tubuhnya bikin tubuh ekonom pecundang, mekar. Semua auranya seperti halilintar: menerkam elite istana sampai jadi kerupuk gendar.

    Kehadiran komunitas neoliberalis yang serakah, anti moral, anti kemanusiaan terus mengguncang nusantara. Kisahnya mengubah republik gotong-royong menjadi negara gotong-nyolong; dari kesentosaan ke pengutilan; dari kebijaksanaan ke penyolongan; dari kewarasan publik ke kegilaan epistemik.

    Ini adalah tesis serius terhadap sistem warisan yang bertradisi KKN dan super menjijikkan. Temuan kehancuran moral, intelektual, spiritual dan sosial yang memicu banjir kebiadaban umum serta memaksa kita semua mengakui kejahatan dan keserakahannya, sambil mengabsenkan tegaknya hukum.

    Di negara post-kolonial yang karut marut dan anti konstitusi mestinya kita harus merujuk ke ekonom Keynes (1883-1946) yang berfatwa, “selama masih ada pengangguran, selama itu pula campur tangan negara dalam perekonomian tetap dibenarkan”.

    Juga fatwa Hatta (1902-1980), “selama masih banyak kebodohan, pengangguran dan kemiskinan maka negara wajib jadi panitia kesejahteraan dan kesentosaan warganya”.

    Dengan sikap membuat negara membela warganya maka suatu saat kelak, kita adalah pertanyaan dan pernyataan yang indah sehingga tidak akan pernah hilang dari sejarah.

    Tentu agar para pewaris tau caranya melawan dan berdaulat. Agar kita tidak mentradisikan dan mewariskan ketamakan. Inilah arti penting hadirnya buku ini ke haribaan republik pancasila. Semoga.

    Yudhie Haryono 
    CEO Nusantara Centre





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Tiga Anggota Polres Madiun Kota Positif Narkoba

    January 14, 2026

    DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

    January 14, 2026

    Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

    January 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Preview NBA: Brooklyn Nets Vs New Orleans Pelicans (15 Jan 2026)

    Berita Olahraga January 14, 2026

    Ligaolahraga.com -Dua tim yang sedang berada dalam tren negatif akan saling berhadapan ketika New Orleans…

    Tiga Anggota Polres Madiun Kota Positif Narkoba

    January 14, 2026

    Blok ke-500 Victor Wembanyama Jadi Momen Ikonik di Tengah Kekalahan Spurs

    January 14, 2026

    Daftar 8 Negara Lolos Perempatfinal Piala Asia U-23 2026: Timnas Vietnam U-23 Amankan Tiket, Thailand Juru Kunci! : Okezone Bola

    January 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Preview NBA: Brooklyn Nets Vs New Orleans Pelicans (15 Jan 2026)

    January 14, 2026

    Tiga Anggota Polres Madiun Kota Positif Narkoba

    January 14, 2026

    Blok ke-500 Victor Wembanyama Jadi Momen Ikonik di Tengah Kekalahan Spurs

    January 14, 2026

    Daftar 8 Negara Lolos Perempatfinal Piala Asia U-23 2026: Timnas Vietnam U-23 Amankan Tiket, Thailand Juru Kunci! : Okezone Bola

    January 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.