Salah satu langkah yang dilakukan adalah evakuasi Warga Binaan dan Anak Bawaan dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Sigli, Aceh, yang terendam banjir.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa prosedur emergency response langsung diaktifkan.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kami telah menggerakkan seluruh jajaran UPT. Keselamatan warga binaan, petugas, dan masyarakat adalah fokus utama kami. Evakuasi, pemadaman listrik, pemantauan informasi, hingga koordinasi lintas lembaga kami jalankan secara terukur dan segera,” ujar Agus Andrianto, dalam keterangan resmi pada Jumat, 28 November 2025.
Kemenimipas menginstruksikan seluruh unit yang terdampak untuk memutus aliran listrik segera setelah debit air naik, mengevakuasi warga binaan ke titik aman, baik di dalam maupun luar area Lapas/Rutan jika situasi mendesak, serta memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri untuk mempercepat penanganan.
Menteri Agus menekankan bahwa meskipun dalam kondisi darurat, proses evakuasi dilaksanakan dengan cepat namun tetap berpegangan pada prosedur keamanan yang berlaku.
Selain itu, layanan publik di UPT Imigrasi, seperti pengurusan paspor, dihentikan sementara hingga kondisi wilayah benar-benar pulih. Setelah bencana mereda, pemulihan prioritas akan dilakukan, mulai dari pembersihan hunian, pemeriksaan instalasi listrik, hingga pencegahan penyakit.

