Peluncuran ini jadi momentum penting dalam upaya menggabungkan kekuatan akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjawab tantangan gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta dukungan kepada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami percaya bahwa inovasi harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Melalui kolaborasi dengan Kabupaten Tangerang, SGU menghadirkan hasil riset yang mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan masa depan lebih baik bagi anak-anak kita,” Rektor Swiss German University, Samuel P. Kusumocahyo dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta pada Sabtu, 29 November 2025.
Melalui program ini, SGU telah mengembangkan inovasi pangan berbasis riset terapan, mulai dari formulasi, standarisasi, hingga pendampingan proses produksi di tingkat masyarakat.
“Karena, produk yang dihasilkan pun tidak hanya berorientasi pada perbaikan gizi anak, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga berpenghasilan rendah yang terlibat dalam proses produksinya,” jelas Samuel.
Kemirich Gold sendiri merupakan minyak kemiri tinggi omega yang dikembangkan oleh peneliti SGU, Assoc. Prof. Dr. Hery Sutanto, S.Si., M.Si., sebagai alternatif sumber Omega yang bertujuan mendukung tumbuh kembang anak dan bisa menjadi pilihan pengganti minyak ikan, terutama bagi anak-anak yang memerlukan tambahan nutrisi untuk perkembangan optimal.
Sementara itu, Rhisoya adalah bumbu tabur tinggi protein berbahan dasar tempe semangit yang dikembangkan oleh peneliti SGU, Assoc. Prof. Maria Dewi P.T Gunawan Puteri, M.Sc., Ph.D.
Tentunya, produk ini memiliki daya serap protein lebih tinggi dibanding tempe biasa, dengan kandungan protein hingga 70 persen, menghasilkan cita rasa gurih alami dan mudah dikonsumsi anak-anak dalam menu sehari-hari.
Inovasi pangan ini disinergikan dengan dukungan perusahaan swasta melalui skema CSR yang nanti dibagikan secara gratis kepada anak-anak di wilayah binaan Kabupaten Tangerang. Bahkan, produk ini tengah dipersiapkan untuk memenuhi standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sehingga dapat berkontribusi langsung pada program MBG.

