“Sedangkan hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia lainnya,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat memimpin langsung supervisi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Pos Komando (Posko) Bandara Kualanamu, Medan, Sumatra Utara, Minggu 30 November 2025.
OMC Diketahui untuk mendukung penanganan pasca bencana hidrometeorologi di wilayah tiga provinsi terdampak di Sumatra.
Berdasarkan data BMKG, hingga Sabtu kemarin, 29 November 2025, tim OMC telah melakukan sembilan sorti penerbangan, dengan total penggunaan bahan semai 4.800 kg NaCl dan 2.400 kg CaO.
Pada Minggu digelar lima sorti penerbangan dengan misi utama mengurangi curah hujan sebelum awan memasuki kawasan terdampak.
Selain di Medan, OMC juga dilaksanakan di Posko Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Iskandar Muda Aceh dan Posko Bandara Internasional Minangkabau Sumatra Barat.
OMC di Aceh telah memasuki hari kedua dengan total 4 sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-SNP yang menyemai 2.000 kg NaCl dan 2.000 kg CaO.
Sedangkan OMC di Sumbar yang dipusatkan melalui Posko Bandara Internasional Minangkabau, telah dilakukan penyemaian 5 sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-DPI dan PK-SNK dengan total bahan semai 4.400 kg NaCl.

