Langkah percepatan ini dijalankan sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Republik Indonesia agar seluruh bantuan untuk masyarakat diberikan secepat-cepatnya, terkoordinasi, dan berorientasi hasil.
Lima kawasan transmigrasi terdampak meliputi Harus Muda Jaya, Kabupaten Bireuen; Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara Pintu Rime Gayo; Kabupaten Bener Meriah; Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah, Ketapang Nusantara; Kabupaten Aceh Tengah.
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan bahwa upaya penanganan dilakukan berjenjang sejak laporan pertama diterima.
“Sejak tiga hari lalu, saya menerima laporan dari Tim Ekspedisi Patriot mengenai kondisi lima kawasan transmigrasi yang terisolasi. Setiap informasi yang masuk langsung kami tindak lanjuti untuk memastikan intervensi cepat dan tepat,” ujarnya lewat keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 30 November 2025.
Kementerian Perhubungan juga telah menyiapkan pesawat pendukung, namun otoritas penerbangan menunda penerbangan karena cuaca ekstrem.
Menindaklanjuti instruksi Presiden, Menteri Transmigrasi bergerak ke Kabupaten Bener Meriah untuk melakukan verifikasi lapangan dan bergerak sebagai tim pendahulu.
Kehadiran Menteri di lokasi juga memberikan keyakinan tambahan bagi unsur bantuan untuk berani mendarat di Bener Meriah, mengingat kondisi cuaca yang berubah-ubah dan tantangan visual approach.
Akses darat terputus di banyak titik, sehingga penyaluran logistik membutuhkan fleksibilitas.
“Saya pernah berada di Aceh pascagempa dan tsunami 2004. Namun bencana kali ini berbeda: banyak jalan putus dan akses berubah cepat, sehingga strategi logistik harus adaptif,” jelas Menteri.
Kementerian terus mengupayakan agar bantuan dapat dikirim sebanyak dan secepat mungkin untuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, dan titik lainnya.
Selanjutnya Perum BULOG juga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kebutuhan pangan di kawasan terdampak.
Pengiriman beras dari Medan menuju Lhokseumawe akan dilakukan sebagai bagian dari percepatan penyaluran bantuan pangan.
Kementerian Transmigrasi memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan cepat, terukur, dan terkoordinasi lintas kementerian/lembaga. Pembaruan resmi akan disampaikan sesuai perkembangan lapangan.
“Saya telah berkomunikasi dengan Direktur Utama Bulog. Mereka memastikan ketersediaan dan distribusi pangan bagi seluruh warga yang terdampak, tidak hanya masyarakat yang ada di kawasan transmigrasi. Ini misi kemanusiaan,” kata Menteri.

