Berita F1: Max Verstappen harus menghadapi tantangan berat jelang balapan utama GP Qatar. Meski mencatat peningkatan performa dan berhasil menempati posisi ketiga di kualifikasi, pebalap Red Bull itu menegaskan bahwa masalah bouncing di mobilnya masih belum teratasi sepenuhnya.
Verstappen datang ke Lusail dengan selisih 25 poin dari Lando Norris yang memimpin klasemen. Dengan dua seri tersisa, ia wajib mengungguli rivalnya itu untuk menjaga peluang merebut gelar kelima. Namun, kondisi mobil yang belum stabil membuat misinya semakin sulit.
Dalam sesi sprint sebelumnya, Verstappen hanya mampu finis keempat karena RB21 mengalami bouncing berlebihan, bahkan kalah cepat dari rekan setimnya, Yuki Tsunoda. Setelah kualifikasi, ia mengakui situasinya memang sedikit membaik, tetapi masih jauh dari standar yang ia butuhkan.
“Kualifikasi ini memang sedikit lebih baik, meskipun tetap saja kami tertinggal cukup jauh,” ujar Verstappen kepada media. “Saya merasa mobil lebih nyaman dibanding sebelumnya, tetapi masih banyak keterbatasan yang membuat saya tidak bisa memaksimalkan kecepatan satu putaran.”
Ia menambahkan bahwa posisi start baris kedua memberi peluang lebih baik di lintasan yang terkenal sulit untuk menyalip. Lusail memiliki tikungan berkecepatan tinggi yang menghasilkan dirty air besar, sehingga posisi awal sangat menentukan.
Meski demikian, Verstappen tak menutupi rasa frustrasinya. “Akan sulit besok. Sejauh ini akhir pekan ini tidak sesuai ekspektasi, tetapi kita lihat saja apa yang bisa kami lakukan,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah Red Bull sudah mampu mengurangi efek bouncing yang sempat merusak sesi sprint qualifying, Verstappen menjawab jujur, “Belum, kondisinya masih jauh dari ideal.”
Situasi ini makin rumit mengingat pembatasan stint maksimum 25 lap dari Pirelli demi alasan keamanan. Dengan balapan 57 lap, semua tim dipaksa melakukan setidaknya dua pit stop, menjadikan lomba berlangsung dalam tempo sangat tinggi tanpa banyak ruang strategi.
Satu-satunya hal yang sedikit memberi harapan bagi Max Verstappen adalah fakta bahwa masalah bouncing paling parah muncul saat memakai ban soft. Pada medium dan hard, gejalanya lebih ringan, sehingga ia berharap performa lebih stabil saat balapan.
Dengan dominasi McLaren sepanjang akhir pekan dan kondisi mobil Red Bull yang belum maksimal, Verstappen harus menemukan terobosan cepat jika ingin menjaga asa gelar tetap hidup hingga Abu Dhabi.
Artikel Tag: Max Verstappen, Red Bull, GP Qatar
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/max-verstappen-gelisah-red-bull-masih-alami-bouncing-jelang-gp-qatar

