JEPARA — Musyawarah Cabang (Muscab) XIII Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Jepara Tahun 2025 resmi dimulai pada Sabtu (29/11/2025) di Sanggar Bakti Gerakan Pramuka Jepara. Pembukaan musyawarah dilakukan oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang, yang dalam kesempatan ini diwakili Wakil Bupati Jepara sekaligus Wakil Ketua Mabicab, M. Ibnu Hajar.
Sebagai forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang, Muscab XIII menjadi wahana strategis untuk melakukan evaluasi perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir sekaligus merumuskan arah baru gerakan kepanduan di Jepara untuk periode berikutnya. Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua Kwarda Jawa Tengah S. Budi Prayitno, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, Ketua Kwarcab Jepara masa bakti 2020–2025 Hesti Nugroho, para ketua Kwarran, pengurus, serta peserta dari berbagai unsur Gerakan Pramuka.
Ketua Kwarda Jawa Tengah S. Budi Prayitno dalam pengarahannya memberikan apresiasi atas perkembangan Kwarcab Jepara selama lima tahun terakhir. Ia menilai Jepara mampu menunjukkan kinerja yang solid dengan capaian prestasi yang konsisten.
“Di bawah Kak Hesti, Kwarcab Jepara luar biasa. Kinerjanya patut diapresiasi dan menjadi bekal untuk ditingkatkan pada periode berikutnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Jepara Hesti Nugroho menyampaikan laporan akhir masa bakti 2020–2025. Ia menegaskan bahwa seluruh capaian tidak lepas dari kolaborasi kuat antara Mabicab, pengurus, Kwarran, dan gugus depan.
Selama lima tahun, Kwarcab Jepara berhasil menorehkan 44 prestasi, termasuk Juara I Kwartir Tergiat Golongan Madya Tingkat Jawa Tengah, yang menjadi pencapaian paling membanggakan.
Hesti juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Jepara, khususnya dalam penyediaan sekretariat yang lebih representatif serta fasilitas pendukung kegiatan kepanduan lainnya. Ia berharap kepengurusan berikutnya dapat meneruskan capaian tersebut dengan inovasi yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Kwarcab Jepara yang telah mengelola Gerakan Pramuka dengan penuh dedikasi. Menurutnya, Pramuka memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak, berjiwa Pancasila, dan cinta tanah air.
Ia juga menyinggung berbagai program unggulan Kwarcab Jepara yang dinilai berdampak besar, mulai dari pembinaan peserta didik melalui pesta siaga, jambore cabang, lomba tingkat, survival, Raimuna, hingga pelantikan Pramuka Garuda.
Pembinaan anggota dewasa, penguatan korps pelatih, pengembangan gudep mantap, akreditasi gudep, hingga aksi-aksi pengabdian masyarakat juga menjadi sorotan positif dalam laporan perjalanan lima tahun terakhir.
Selain itu, Gus Hajar mengapresiasi sejumlah prestasi tambahan di tingkat daerah dan nasional, seperti Juara I Eagle Scout Award Pandega Putri, Juara I Regu Putri LT IV Jawa Tengah (2022), Juara Umum Lomba Lintas Medan Ubaloka (2023), hingga Juara I Lomba Iklan Layanan Masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci pembangunan lima tahun mendatang melalui visi Jepara Mulus. Berbagai indikator pembangunan daerah pun menunjukkan tren positif, di antaranya:
“Di sinilah Pramuka memainkan peran vital—membentuk generasi yang berdaya saing, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Wakil Bupati Jepara.
Ketua Kwarda Jawa Tengah menegaskan bahwa Muscab tidak hanya menjadi ruang evaluasi, tetapi juga wadah untuk meneguhkan komitmen Gerakan Pramuka dalam menghadapi tantangan generasi milenial yang serba cepat dan dinamis.
“Perkembangan zaman membawa peluang dan tantangan. Pramuka harus mampu menjaga jati diri sekaligus menciptakan terobosan baru,” ujarnya.


