Berita F1: Max Verstappen menghadapi tekanan besar menjelang balapan utama Grand Prix Qatar setelah mengakui kesulitan menyamai kecepatan Oscar Piastri pada sprint race. Pebalap Red Bull itu hanya mampu finis di belakang dua mobil McLaren yang tampil dominan sepanjang akhir pekan, sebuah situasi yang membuat peluangnya mempertahankan gelar dunia semakin terjepit.
Verstappen akan memulai lomba dari posisi tiga, tepat di belakang Piastri dan Lando Norris. Saat ini selisih poinnya dengan Norris mencapai 25 poin, yang berarti peluang merebut gelar kelima beruntun bisa berakhir jika ia kembali gagal menyalip rival utamanya tersebut.
Dalam sesi wawancara, Verstappen tidak menutupi rasa frustrasinya terhadap performa RB21 yang terus kalah dari McLaren di trek Lusail. Ketika ditanya betapa pentingnya menyalip Norris sejak tikungan pertama, ia menanggapi dengan nada setengah bercanda, “Kalau saya tidak melewatinya, berarti dia akan dapat poin lebih banyak dari saya.”
Masalah terbesar Red Bull muncul pada degradasi ban, apalagi Pirelli menetapkan batas maksimal 25 lap untuk satu set ban karena kekhawatiran struktur ban pada kecepatan tinggi di Lusail. Kondisi ini membuat strategi lebih terbatas dan memaksa pebalap menjaga ritme tanpa terlalu agresif, sesuatu yang menurut Verstappen cukup menyulitkan.
“Pada sprint, saya sudah mencoba mendorong, tetapi kami masuk ke fase di mana kami sulit mempertahankan ban. Kami kehilangan grip lebih cepat dan tidak bisa mengikuti ritme mereka,” ucapnya. Verstappen kemudian menegaskan bahwa pace Piastri pada lap akhir sprint hampir mustahil ditandingi. “Untuk mengikuti kecepatan Oscar, sejujurnya saya harus memotong tikungan,” ujar Verstappen dengan nada pasrah.
McLaren tampil sebagai paket terbaik sejak latihan pertama, terutama berkat peningkatan aerodinamika dan efisiensi mobil MCL39 di kecepatan menengah hingga tinggi. Data telemetry yang dirilis sejumlah analis F1 juga menunjukkan McLaren unggul hampir di setiap sektor yang mengandalkan stabilitas kecepatan.
Sementara itu Red Bull, yang tahun lalu tampil dominan di sirkuit ini, tampak kesulitan menemukan setelan ideal. RB21 tidak memberikan kestabilan yang sama seperti pendahulunya, terutama di tikungan cepat yang menjadi ciri khas Lusail.
Meski begitu, Max Verstappen tetap berpegang pada kemungkinan kejutan di balapan utama. “Balapan masih panjang dan apa pun bisa terjadi,” ujarnya. Namun dengan McLaren yang kian kuat dan tekanan mental yang meningkat, Verstappen harus menemukan sesuatu yang spesial jika ingin membawa perebutan gelar hingga seri penutup di Abu Dhabi.
Artikel Tag: Max Verstappen, Red Bull, GP Qatar, Oscar Piastri, McLaren
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/piastri-bikin-max-verstappen-tak-berdaya-red-bull-mulai-kehabisan-amunisi

