Mengutip laporan CNN World, Minggu, 30 November 2025, serangan itu terjadi pada Jumat, 28 November 2025 dan Sabtu, 29 November 2025 yang langsung memicu ledakan besar dan kobaran api di salah satu kapal.
Seorang sumber keamanan Ukraina mengatakan Sea Baby digunakan dalam operasi gabungan Dinas keamanan Ukraina (SBU) dan angkatan laut.
Disebutkan bahwa tanker Virat dan Kairos berbendera Gambia mengalami kerusakan kritis dan tak lagi dapat beroperasi.
“Ini akan menjadi pukulan besar bagi transportasi minyak Rusia,” ungkap sumber tersebut.
Otoritas Turki menyebut Virat diserang pada Sabtu dan kerusakan dinilai bersifat ringan.
“Tidak ada permintaan dari awak untuk meninggalkan kapal,” kata Kementerian Transportasi Turki, meski mereka mengirim kapal pemadam ke lokasi.
Turki juga menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut karena dinilai mengancam pelayaran dan lingkungan.
“Serangan ini menimbulkan risiko serius bagi keselamatan navigasi, jiwa, properti, dan lingkungan di wilayah tersebut,” ujar Kementerian Luar Negeri Turki.
Sementara Kairos mengalami ledakan pada Jumat di wilayah Laut Hitam. Seluruh 25 awak berhasil dievakuasi. Video yang beredar menunjukkan upaya kapal tunda Turki memadamkan api besar di geladak.
“Api di geladak terbuka Kairos telah berhasil dipadamkan,” kata Kementerian Transportasi Turki pada Sabtu.
Baik Virat maupun Kairos sebelumnya masuk ke Laut Hitam melalui Selat Bosphorus dan tercatat pernah disanksi oleh AS, Inggris, dan Uni Eropa.
Kairos, yang memiliki panjang 275 meter dan bobot hampir 80.000 ton, baru saja berangkat dari India menuju pelabuhan Rusia di Novorossiysk.

