Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pembayaran Restitusi Anak Korban Kekerasan 2024 Masih Nol Rupiah

    January 16, 2026

    Pembayaran Restitusi Anak Korban Kekerasan 2024 Masih Nol Rupiah

    January 16, 2026

    Starting XI Resmi: Pisa Menjamu Atalanta di Serie A

    January 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Warga Aceh Tamiang Selamat dari Banjir tapi Kelaparan di Pengungsian

    Warga Aceh Tamiang Selamat dari Banjir tapi Kelaparan di Pengungsian

    PewartaIDBy PewartaIDDecember 4, 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Medan, CNN Indonesia —

    Banjir bandang yang menyapu Aceh Tamiang, Provinsi Aceh meninggalkan kerusakan luas dan duka bagi warga. Rumah-rumah hilang, banyak korban belum ditemukan, sementara para pengungsi bergulat dengan kelaparan dan putusnya listrik selama berhari-hari.

    Warga Aceh Tamiang, Panji Akbar menceritakan bagaimana ia bersama ibu dan adiknya berhasil menyelamatkan diri. Mereka kini tinggal di Posko Pengungsian SMA Negeri Patra Nusa, Kecamatan Manyak Payed.

    “Ya Allah, aslinya lebih parah dari itu (di media sosial). Banyak rumah hanyut dan hancur, sampai sekarang masih banyak jasad yang belum ditemukan,” kata Panji via pesan WhatsApp (WA), Rabu (3/12).



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Saat banjir menerjang, Panji dan keluarganya bergegas menuju dataran tinggi sebelum memutuskan berjalan kaki menuju posko pengungsian yang berjarak sekitar 10-12 kilometer dari rumah mereka.

    “Kami jalan kaki ke pengungsian yang jaraknya berkisar 10 sampai 12 kilometer dari rumah. Kami tahu di tempat itu ada posko pengungsian setelah nanya nanya orang. Di posko tersebut, ada sekitar 1.000 pengungsi,” ungkapnya.





    Saat meninggalkan rumah, alumni Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini hanya sempat menyelamatkan handphone, laptop, dan ijazah.

    “Cuma handphone, laptop, dan ijazah yang bisa kuselamatkan. Lainnya habis semua sudah. Banjirnya terjadi sangat cepat. Tak ada lagi yang sempat diselamatkan,” ungkapnya.

    Panji mengaku sangat kelaparan saat perjalanan ke pengungsian, tak ada apapun yang bisa dimakan. Mereka pun mengutip makanan sisa banjir yang didapat di perjalanan.

    “Hari Jumat, 28 November 2025 kemarin, hampir mati kelaparan kami sekeluarga. Kami pun makan sisa sisa bekas banjir. Sama minta minta nasi dikit ke orang-orang,” urainya.

    Hingga saat ini, bantuan tak kunjung tiba di pengungsian. Bahkan akses listrik dan internet di sejumlah wilayah Aceh Tamiang masih terputus. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan berkomunikasi dan melaporkan situasi terkini.

    “Udah terjadi penjarahan di mana mana. Semua Alfamart, Indomaret dijarah. Warga di sini sudah kelaparan. Saat ini jaringan internet kadang hidup, kadang mati. Listrik masih mati total, makanya banyak warga yang gak bisa up ke media sosial. Bahan bakar minyak (BBM) pun langka,” ucapnya.

    Untuk bantuan bahan bakar minyak (BBM), Selasa malam (2/12), sempat masuk ke lokasi. Namun bensin eceran dijual Rp70 ribu per liter.

    “Di sini, BBM dijual Rp70 ribu per liter dan itu pun sangat langka. Kami berharap bantuan segera datang, agar bisa menyelamatkan para pengungsi dari kondisi krisis yang kami hadapi,” paparnya.

    (fnr/isn)


    [Gambas:Video CNN]






    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Pembayaran Restitusi Anak Korban Kekerasan 2024 Masih Nol Rupiah

    January 16, 2026

    Kakorlantas Minta Jajaran Awasi Kesiapan Armada Jelang Lebaran 2026

    January 16, 2026

    Nelayan Bintan Ditemukan Tewas Usai Diterkam Buaya

    January 16, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Pembayaran Restitusi Anak Korban Kekerasan 2024 Masih Nol Rupiah

    Berita Teknologi January 16, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan pelaksanaan pembayaran restitusi yang diserahkan…

    Pembayaran Restitusi Anak Korban Kekerasan 2024 Masih Nol Rupiah

    January 16, 2026

    Starting XI Resmi: Pisa Menjamu Atalanta di Serie A

    January 16, 2026

    KRI Prabu Siliwangi-321 Laksanakan Sea Going Uji Kesiapan Kapal

    January 16, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Pembayaran Restitusi Anak Korban Kekerasan 2024 Masih Nol Rupiah

    January 16, 2026

    Pembayaran Restitusi Anak Korban Kekerasan 2024 Masih Nol Rupiah

    January 16, 2026

    Starting XI Resmi: Pisa Menjamu Atalanta di Serie A

    January 16, 2026

    KRI Prabu Siliwangi-321 Laksanakan Sea Going Uji Kesiapan Kapal

    January 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.