Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jatuh ke Jurang 20 Meter, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi : Okezone News

    January 15, 2026

    Neville Dapat Respons Arsenal Usai Kritik Martinelli

    January 15, 2026

    Kemendagri Ajak Kepala Daerah Sukseskan Ketahanan Pangan

    January 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Program Presiden»Menghapus Stigma Exclusive Pumping, Pengalaman Nyata Seorang Ibu Pejuang ASI : Okezone Women

    Menghapus Stigma Exclusive Pumping, Pengalaman Nyata Seorang Ibu Pejuang ASI : Okezone Women

    PewartaIDBy PewartaIDDecember 5, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Menghapus Stigma Exclusive Pumping, Pengalaman Nyata Seorang Ibu Pejuang ASI (Foto: Freepik)

    JAKARTA – Banyak orang membayangkan momen menyusui sebagai pengalaman lembut penuh kehangatan antara ibu dan bayi. Namun, bagi sebagian perempuan, kenyataan berkata lain. Ada ibu yang justru memulai babak menyusuinya dengan air mata, rasa sakit, atau ketidakmampuan bayi untuk latch. Pada titik itulah mereka harus memutuskan: menyerah, atau menemukan jalan baru.

    Stefani Gabriela memilih jalan kedua. Keputusannyaa itulah yang kemudian mengubah seluruh perjalanan menyusuinya. Influencer dengan asal Jawa Timur ini mengaku bahwa perjuangannya menyusui secara langsung (DBF) memang tidak berjalan dengan mulus. Namun alih-alih berhenti, ia menemukan jalur lain yang kini dikenal dengan istilah exclusive pumping.

    Exclusive pumping sendiri merupakan metode pemberian ASI di mana ibu hanya memberikan ASI perah yang dipompa atau diperah dengan tangan, dan tidak menyusui bayi secara langsung. Metode ini dilakukan dengan memompa ASI secara teratur, lalu memberikannya kepada bayi melalui botol atau alat bantu lainnya. Ini bisa menjadi pilihan karena berbagai alasan, seperti ibu kembali bekerja, bayi prematur atau sakit, atau masalah saat menyusui langsung.

    Stefani pun mengaku telah menjalani exclusive pumping selama kurang lebih 2 tahun. “Banyak yang bilang pumping itu mustahil bertahan lama. Tapi saya buktikan bisa, asal tahu caranya,” ujarnya membuka dalam talkshow peluncuran Mooimom M3 Pro Air Flow Handsfree Breast Pump di IMBEX, JCC Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Rela melakukan trial and error sampai 38 kali

    Perjalanan exclusive pumping Stefani tidak melulu dipenuhi bunga-bunga. Ia rela mencoba 38 jenis pompa ASI untuk menemukan produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya. Dari dedikasinya ini, Stefani sampai meraih rekor MURI.

    Dari puluhan percobaan itu, Stefani menyadari bawah inti dari keberhasilan pumping adalah ketika saat memompa harus mengosongkan payudara sampai tuntas. “Yang paling penting itu efektivitas pengosongannya,” tegas Stefani

    Jika hal itu tidak tercapai, biasanya akan memicu terjadinya clog, benjolan, milk blister, hingga ASI bercampur darah. Kendati demikian, pengalaman tersebut justru membuat Stefani menjadi lebih aware memilih alat pompa asi yang benar-benar cocok untuk dirinya.

    “Memilih alat pumping bukan soal kenyamanan saja, melainkan soal kesehatan payudara dan juga konsistensi. Ini karena kita tidak punya stimulasi bayi yang ngenyot langsung. Jadi hanya mengandalkan pompa. Capek atau di mana pun, pumping tetap harus jalan,” ujarnya.

    Berkat kedisiplinannya, Stefani pun mampu bertahan hingga dua tahun menjalani exclusive pumping. Hal tersebut juga tidak terlepas dari kegigihannya dalam mencari pengetahuan tentang ukuran flange, kebersihan sparepart, jadwal pumping, hingga pola makan yang mendukung produksi asi.

    Menariknya, Stefani yang dulu takut memakai pompa handsfree kini justru menjadi saksi kemajuan teknologi. “Semakin ke sini pompa handsfree semakin canggih. Saya bisa buktikan, pakai handsfree pun bisa pumping hampir dua tahun,” katanya, menepis stigma lama bahwa handsfree tidak dapat mengosongkan maksimal.

    Namun apakah kandungan nutrisi ASI pumping dengan menyusui secara langsung berbeda?

    Menurut Dokter lakasi, dr. Dea Maulidia secara nutrisi, ASI pumping sama baiknya seperti menyusui secara langsung.

    “Perbedaan hanya pada aspek bonding, karena isapan bayi memberikan stimulus emosional tambahan. Namun itu tidak menjadikan ibu exclusive pumping lebih rendah nilainya,” ungkap dr Dea.

    Yang perlu diperhatikan dari exclusive pumping kata dr. Dea, adalah proses pengosongan payudara. “Kalau tidak sampai kosong bisa menimbulkan clog, mastitis, bahkan abses payudara,” katanya.

    Penjelasan medis ini menjadi validasi bagi banyak ibu yang merasa terpinggirkan karena tidak bisa menyusui langsung. Pumping, dengan segala tantangannya, adalah jalur yang sah dan sama berharganya.

    (Kurniasih Miftakhul Jannah)



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Jatuh ke Jurang 20 Meter, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi : Okezone News

    January 15, 2026

    John Herdman Bahagia, Timnas Indonesia Jamu Vietnam di Grup A Piala AFF 2026! : Okezone Bola

    January 15, 2026

    Resmi! Persija Jakarta Rekrut Fajar Fathur Rahman: Amunisi Baru untuk Taklukkan Super League 2025-2026 : Okezone Bola

    January 15, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Jatuh ke Jurang 20 Meter, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi : Okezone News

    Program Presiden January 15, 2026

    Tim Basarnas evakuasi jenazah Ali di Gunung Slamet (foto: dok…

    Neville Dapat Respons Arsenal Usai Kritik Martinelli

    January 15, 2026

    Kemendagri Ajak Kepala Daerah Sukseskan Ketahanan Pangan

    January 15, 2026

    John Herdman Bahagia, Timnas Indonesia Jamu Vietnam di Grup A Piala AFF 2026! : Okezone Bola

    January 15, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Jatuh ke Jurang 20 Meter, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi : Okezone News

    January 15, 2026

    Neville Dapat Respons Arsenal Usai Kritik Martinelli

    January 15, 2026

    Kemendagri Ajak Kepala Daerah Sukseskan Ketahanan Pangan

    January 15, 2026

    John Herdman Bahagia, Timnas Indonesia Jamu Vietnam di Grup A Piala AFF 2026! : Okezone Bola

    January 15, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.