Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    David Moyes Tegas Bantah Rumor Transfer Iliman Ndiaye

    January 18, 2026

    KPK Kasih Kode Bakal Usut Dugaan Suap Terkait Kuota Haji Tambahan

    January 18, 2026

    Meski Sassuolo Kalah 0-1 dari Napoli, Jay Idzes Tetap Tampil Luar Biasa : Okezone Bola

    January 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Ubedilah Badrun Terpilih sebagai Presenter Artikel Terbaik di Forum Nasional ASASI 2025

    Ubedilah Badrun Terpilih sebagai Presenter Artikel Terbaik di Forum Nasional ASASI 2025

    PewartaIDBy PewartaIDDecember 5, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Ubedilah dikenal sebagai intelektual publik yang aktif mengkritisi isu sosial, politik, dan demokrasi. Ia juga produktif menulis artikel ilmiah populer di berbagai media massa nasional.


    Selain Ubedilah, presenter artikel terbaik lainnya dalam forum nasional ASASI 2025 adalah Joko Sampurno (Universitas Tanjungpura), Mardhatillah Sariyanti (Universitas Bengkulu), dan Fransiskus Samuel Rinaldi (UPN).

    Forum ini dihadiri akademisi dan saintis multidisipliner dari berbagai provinsi. Sejumlah ilmuwan terkemuka Indonesia yang tergabung dalam ASASI turut hadir, di antaranya Profesor Khoirul Anwar, pemilik paten teknologi broadband 4G berbasis OFDM yang menjadi standar internasional, serta Profesor Anuraga Jayanegara, guru besar IPB yang baru-baru ini masuk dalam daftar Top 2% Scientist in the World.



    ASASI saat ini dipimpin oleh Prof. Elfahmi, M.Si, guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) di bidang bioteknologi fitokimia dan farmakognosi. Adapun penyelenggaraan hajatan nasional ASASI di NTB dilaksanakan oleh Pengurus ASASI NTB yang diketuai Dr. rer. nat. Teti Zubaedah, S.T., M.T., pakar teknologi elektromagnetik untuk konservasi lingkungan dan kemanusiaan dari Universitas Mataram.

    Menjawab pertanyaan tentang artikelnya yang berjudul “Paradoks Demokrasi dan Maju Mundurnya Negara (Studi tentang Paradoks Demokrasi Indonesia di Era Digital dan Stagnasi Ekonomi)”, Ubaidilah menjelaskan, tema tersebut berangkat dari irisan perkembangan teknologi digital, demokrasi, dan ekonomi.

    “Artikel ini menemukan adanya paradoks demokrasi digital di Indonesia. Di satu sisi, era digital memudahkan aspirasi publik disampaikan melalui media sosial dan memungkinkan elite merespons cepat. Namun di sisi lain, dalam lima tahun terakhir, aspirasi publik justru kerap diabaikan. Inilah yang menyebabkan indeks dan kualitas demokrasi Indonesia menurun,” kata Ubedilah, yang akrab disapa Kang Ubed.

    Ia merujuk pada data kuantitatif dari The Economist Intelligence Unit yang mencatat indeks demokrasi Indonesia turun dari 6,48 pada 2019 menjadi 6,44 pada 2024. Sementara data Freedom House menunjukkan penurunan skor kebebasan dari 62 pada 2019 menjadi 37 pada 2024.

    Selain itu, sejumlah kajian ilmuwan internasional, termasuk tulisan William Liddle berjudul Indonesia: Jokowi Sidelines Democracy, juga menunjukkan kecenderungan kemunduran demokrasi. Dari sektor ekonomi, Ubedilah menyebutkan daya saing global Indonesia turun dari peringkat 32 (2019) ke peringkat 40 (2024), pertumbuhan ekonomi stagnan di kisaran 5 persen selama satu dekade terakhir, serta memburuknya Indeks Persepsi Korupsi yang berada di skor 37 pada 2024.

    Menurut Ubedilah, penurunan kualitas demokrasi, lemahnya daya saing global, dan meningkatnya praktik korupsi berdampak langsung pada citra Indonesia di mata dunia.

    “Kondisi ini memengaruhi rendahnya investasi asing, mendorong stagnasi ekonomi, serta berdampak pada meningkatnya pemutusan hubungan kerja,” ujarnya.

    Ia menegaskan, kualitas demokrasi dan pemberantasan korupsi merupakan faktor kunci bagi kemajuan negara.

    “Demokrasi yang berkualitas, indeks demokrasi yang baik di tengah masyarakat digital yang kompleks, serta minimnya korupsi adalah penentu kemajuan negara. Itulah makna penting dari artikel saya,” kata Ubedilah.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    KPK Kasih Kode Bakal Usut Dugaan Suap Terkait Kuota Haji Tambahan

    January 18, 2026

    Pilkada Mahal Bukan karena Sistem tapi Pelanggaran Hukum Kandidat

    January 18, 2026

    Penampakan Puing Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bulusaraung

    January 18, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    David Moyes Tegas Bantah Rumor Transfer Iliman Ndiaye

    Berita Olahraga January 18, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Inggris: Manajer Everton, David Moyes, dengan tegas membantah klaim bahwa klubnya telah…

    KPK Kasih Kode Bakal Usut Dugaan Suap Terkait Kuota Haji Tambahan

    January 18, 2026

    Meski Sassuolo Kalah 0-1 dari Napoli, Jay Idzes Tetap Tampil Luar Biasa : Okezone Bola

    January 18, 2026

    India Open 2026: An Se Young Masih Mengejar Kesempurnaan

    January 18, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    David Moyes Tegas Bantah Rumor Transfer Iliman Ndiaye

    January 18, 2026

    KPK Kasih Kode Bakal Usut Dugaan Suap Terkait Kuota Haji Tambahan

    January 18, 2026

    Meski Sassuolo Kalah 0-1 dari Napoli, Jay Idzes Tetap Tampil Luar Biasa : Okezone Bola

    January 18, 2026

    India Open 2026: An Se Young Masih Mengejar Kesempurnaan

    January 18, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.