Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Peppe Di Stefano: Euforia Kemenangan Bawa Dampak Positif Bagi Tim

    January 18, 2026

    Invasi AS ke Greenland Bisa Bikin Putin Happy

    January 18, 2026

    Konser BTS Masih Juni 2026, Tapi Harga Hotel di Busan Langsung Naik 10 Kali Lipat : Okezone Women

    January 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Cerita Warga Aceh Jalan Kaki 3 Hari untuk Keluar dari Daerah Terisolir

    Cerita Warga Aceh Jalan Kaki 3 Hari untuk Keluar dari Daerah Terisolir

    PewartaIDBy PewartaIDDecember 6, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Banda Aceh, CNN Indonesia —

    Wahyu Majiah (27), seorang warga Banda Aceh, terpaksa berjalan kaki selama 3 hari untuk bisa keluar dari daerah terisolir di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah yang porak-poranda diterjang banjir dan longsor.

    Wahyu Majiah tak sendiri. Ia bersama 30 rekannya melewati tumpukan material longsor, kayu, menyisir sungai dari Desa Linge untuk mencapai Kemukiman Isaq, Kecamatan Linge, agar bisa menembus ibukota Aceh Tengah, Takengon. Jalur Isaq ke Takengon saat itu masih normal.

    Jika jalur normal menggunakan mobil, Desa Linge ke Kemukiman Isaq hanya memakan waktu sekitar 50 menit atau dari Desa Linge langsung ke Takengon sekitar 1,5 jam.

    “Dari Desa Linge kami jalan kaki menyusuri tebing, gunung, sungai yang longsor biar bisa ke Isaq itu 3 hari. Dari Isaq kami lanjut ke Takengon naik mobil,” kata Wahyu Majiah alias Ayu di Banda Aceh, Kamis (5/12).

    Ayu bercerita, kedatangannya bersama 30-an orang ke daerah Linge awalnya untuk mengikuti Festival Linge. Mereka tiba di daerah itu hari Senin (24/11) dalam kondisi hujan.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Belum ada tanda-tanda akan terjadi bencana besar di wilayah itu. Ayu dan rekannya sempat mencari sinyal internet pada Selasa (25/11) di salah satu jembatan akses masuk ke Desa Linge. Setelah itu, mereka kembali ke tempat istirahat.

    Mereka lalu dapat kabar adanya longsor dan banjir menerjang kawasan itu pada Rabu (26/11). Lantas keesokan harinya, Kamis (27/11), mereka berniat mencari jaringan telekomunikasi sembari melihat situasi. Tapi, mereka dibuat kaget lantaran jembatan yang jadi akses ke desa itu putus total.

    “Kamis pagi itu kami balik lagi ke jembatan untuk lihat kondisi, ternyata jembatannya sudah putus total, jalan tertutup longsor,” katanya.

    Pada malam harinya, warga dan rombongannya mulai dievakuasi ke SMA 13 Takengon. Tempat itu dianggap masih aman untuk mengungsi. Pasalnya, longsor dan banjir telah menerjang Desa Linge.





    Selama dua hari berjibaku di lokasi pengungsian, Ayu dan rombongannya mendapat kabar untuk menembus kawasan Isaq hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Lantas mereka memberanikan diri untuk berjalan kaki pada Sabtu (29/11) pagi.

    “Kami mulai berjalan pada Sabtu pagi dengan bekal seadanya, ada beras dikit-dikit dikasih warga, lalu air genangan diambil, dimasak untuk makan minum,” ucapnya.

    Selama perjalanan, mereka menyaksikan begitu hancurnya rumah warga dan gunung-gunung berlongsoran di mana-mana. Mereka jalan kaki dari Desa Linge melewati Desa Owaq – Desa Uning dan berakhir di Isaq berjalan kaki selama 3 hari.

    “Medan yang kami tempuh itu luar biasa sulit, material kayu, lumpur yang dalamnya nyaris sepinggang kami lewati. Saat itu kami ketemu longsor besar dan membuat terhenti agak lama,” katanya.

    Rombongan warga terpaksa berjalan kaki selama 3 hari untuk bisa keluar dari daerah terisolir akibat banjir-longsor di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. (Arsip Istimewa)

    Mereka bisa menembus kawasan Isaq pada hari Senin (1/12) dan langsung dievakuasi ke Takengon dengan mobil. Setelah di Takengon, mereka akhirnya mendapat tumpangan pesawat yang saat itu sedang mengantar bantuan.

    “Dua hari di Takengon lalu kami dievakuasi naik pesawat yang lagi ngantar bantuan di Bandara Rembele,” katanya.

    Ia bercerita, dalam perjalanannya ia melihat kondisi Kabupaten Aceh Tengah yang hancur, jalan rusak di mana-mana, rumah tertimbun longsor, dan banyak jembatan yang putus. Belum lagi akses jaringan telekomunikasi yang terputus dan padamnya aliran listrik.

    Data posko tanggap darurat bencana Aceh mencatat Kabupaten Aceh Tengah sebagai salah satu daerah terparah diterjang banjir dan longsor. Dari data teranyar pada Jumat (5/12), ada 23 jiwa meninggal dunia dan 24 hilang akibat bencana itu.

    Kemudian 10.153 jiwa warga masih mengungsi di 108 titik pengungsian. Sementara 81 titik jalan dan 58 jembatan rusak. Bencana banjir longsor ini turut merusak 2.546 rumah warga.

    (dra/asr)






    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Invasi AS ke Greenland Bisa Bikin Putin Happy

    January 18, 2026

    Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri Agung Surahman, Jokowi Ikut Hadir

    January 18, 2026

    Status Gunung Ile Lewotolok di NTT Naik Jadi Siaga

    January 18, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Peppe Di Stefano: Euforia Kemenangan Bawa Dampak Positif Bagi Tim

    Berita Olahraga January 18, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia: Peppe Di Stefano sebut kemenangan AC Milan atas Como memberikan dampak…

    Invasi AS ke Greenland Bisa Bikin Putin Happy

    January 18, 2026

    Konser BTS Masih Juni 2026, Tapi Harga Hotel di Busan Langsung Naik 10 Kali Lipat : Okezone Women

    January 18, 2026

    Prabowo Terbang ke Inggris, Temui PM Starmer dan Raja Charles

    January 18, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Peppe Di Stefano: Euforia Kemenangan Bawa Dampak Positif Bagi Tim

    January 18, 2026

    Invasi AS ke Greenland Bisa Bikin Putin Happy

    January 18, 2026

    Konser BTS Masih Juni 2026, Tapi Harga Hotel di Busan Langsung Naik 10 Kali Lipat : Okezone Women

    January 18, 2026

    Prabowo Terbang ke Inggris, Temui PM Starmer dan Raja Charles

    January 18, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.