Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Chelsea Biarkan Cole Palmer Main Penuh Demi Pulihkan Performa

    January 18, 2026

    PLN Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

    January 18, 2026

    Polemik Child Grooming, Aurelie Moeremans Berharap Tak Ada Anak yang Terluka Sendirian : Okezone Women

    January 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»UUD 1945 Amandemen Masih Jauh dari Cita-cita Demokrasi Pancasila

    UUD 1945 Amandemen Masih Jauh dari Cita-cita Demokrasi Pancasila

    PewartaIDBy PewartaIDDecember 7, 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Hal tersebut disampaikan Rasminto dalam Focus Group Discussion (FGD) Badan Pengkajian MPR RI bertema “Kedaulatan Rakyat Perspektif Demokrasi Pancasila” yang digelar di Tangerang, Kamis, 4 Desember 2025.


    Menurut Rasminto, secara normatif, amandemen konstitusi telah membawa perubahan besar dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, terutama dalam mempertegas prinsip demokrasi dan supremasi hukum. 

    Namun dalam praktiknya, ia menilai masih terdapat persoalan substansial yang menghambat terwujudnya demokrasi yang benar-benar berpihak kepada rakyat.



    “Tujuan amandemen itu sejatinya untuk memperkuat demokrasi, menjamin hak asasi manusia, serta menata pemisahan kekuasaan. Tetapi dalam praktik ketatanegaraan dan penegakan hukum, tujuan itu belum sepenuhnya tercapai,” ujar Rasminto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 6 Desember 2025.

    Ia juga menyoroti tingginya angka pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi sebagai indikator kompleksitas persoalan regulasi di Indonesia. Sepanjang 2019 hingga 2025, tercatat sebanyak 125 permohonan judicial review terhadap undang-undang, dengan jumlah terbesar berkaitan dengan omnibus law.

    “Ini menunjukkan bahwa problem regulatif kita sangat kompleks dan cenderung membuka ruang instabilitas dalam sistem hukum dan politik nasional,” tegasnya.

    Selain aspek regulasi, Rasminto turut menekan­kan masih adanya kesenjangan literasi politik di tengah masyarakat.

    “Kondisi tersebut berdampak pada lemahnya posisi rakyat dalam mengawal jalannya demokrasi dan kebijakan publik”, jelasnya. 

    Untuk itu, ia mendorong penguatan kembali spirit kedaulatan rakyat dalam UUD 1945 agar demokrasi Pancasila benar-benar menempatkan rakyat sebagai pusat tata kelola pemerintahan.

    “Demokrasi Pancasila jangan hanya berhenti pada simbol dan prosedur. Ia harus benar-benar memastikan rakyat menjadi subjek utama dalam pengambilan keputusan negara,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Rasminto juga menilai bahwa pembenahan sistem pemilu dan partai politik menjadi agenda mendesak.

    “Reformasi pada pembenahan sistem pemilu dan partai politik diperlukan guna menciptakan keseimbangan antara keterwakilan politik dan stabilitas pemerintahan,” jelas dia. 

    Ia pun berharap perlu dipertimbangkan ketika adanya amandemen UUD, perlu diperhatikan hak generasi mendatang dan lingkungan hidup, ini jadi concern terlebih musibah bencana alam Sumatera yang memilukan akibat persoalan lingkungan hidup. 

    “Diharapkan Amandemen UUD dapat menimbang pencantuman eksplisit terkait hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta keadilan antargenerasi dalam pemanfaatan SDA, agar musibah bencana alam akhir November 2025 tidak terulang,” ungkapnya. 

    Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pendanaan politik untuk mencegah menguatnya praktik oligarki yang berpotensi menggerus kedaulatan rakyat.

    “Tujuan utama bernegara adalah memakmurkan rakyat. Maka konstitusi harus memastikan negara berjalan secara simetris, adil, dan tidak elitis,” pungkas Rasminto.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    PLN Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

    January 18, 2026

    Wamen LH Akui Cuaca Ekstrem Bukan Satu-Satunya Pemicu Bencana Sumatera

    January 18, 2026

    Dari Piring Makan ke Benteng Pertahanan Bangsa

    January 18, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Chelsea Biarkan Cole Palmer Main Penuh Demi Pulihkan Performa

    Berita Olahraga January 18, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Chelsea tengah dirundung pertanyaan besar mengenai performa Cole Palmer. Musim lalu, menjelang akhir,…

    PLN Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

    January 18, 2026

    Polemik Child Grooming, Aurelie Moeremans Berharap Tak Ada Anak yang Terluka Sendirian : Okezone Women

    January 18, 2026

    JJ Redick Minta Lakers Bangkit Setelah Kalah Dari Blazers

    January 18, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Chelsea Biarkan Cole Palmer Main Penuh Demi Pulihkan Performa

    January 18, 2026

    PLN Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

    January 18, 2026

    Polemik Child Grooming, Aurelie Moeremans Berharap Tak Ada Anak yang Terluka Sendirian : Okezone Women

    January 18, 2026

    JJ Redick Minta Lakers Bangkit Setelah Kalah Dari Blazers

    January 18, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.