Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kehadiran Gerakan Rakyat Diharap Bawa Perubahan Nyata

    January 19, 2026

    Kurang Fit, Richard Lee Minta Pemeriksaan sebagai Tersangka Ditunda : Okezone News

    January 19, 2026

    Tanggapan Frances Tiafoe Saat Berbagi Ruang Ganti Dengan Lawan

    January 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Menyingkap Sisi Politik di Balik Kenaikan Harga Beras

    Menyingkap Sisi Politik di Balik Kenaikan Harga Beras

    PewartaIDBy PewartaIDDecember 8, 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Fakta ini diungkap oleh Dian Novita Susanto, Ketua Umum Perempuan Tani HKTI, yang baru saja meraih gelar doktor sains agribisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB University).


    Dalam disertasinya yang berjudul ‘Inflasi Relatif Harga Beras, Proses Politik, dan Tata Kelola Rantai Nilai Beras di Indonesia: Pendekatan New Institutional Economics’, Dian – melalui analisis data time series 2017-2023 – menemukan bahwa beras sesungguhnya bukanlah penyumbang utama inflasi nasional, berbeda dengan persepsi publik dan fokus kebijakan selama ini.  Ia memaparkan bahwa komoditas seperti daging sapi, minyak goreng, cabai merah, dan bawang putih justru memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap volatilitas inflasi.

    “Temuan ini mengingatkan kita bahwa kebijakan stabilisasi harga pangan tidak bisa hanya bertumpu pada beras, karena inflasi lebih banyak digerakkan oleh kelompok pangan yang volatil,” jelas Dian dalam paparannya. 



    Dalam sidang terbuka di IPB pada Senin, 8 Desember 2025, Dian juga menyoroti peran sentral proses politik dalam menentukan arah kebijakan beras. Menurut Dian, keputusan terkait stabilisasi harga, seperti impor beras, operasi pasar, hingga penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sering kali menjadi instrumen politik yang bertujuan menjaga dukungan publik, bukan semata didasari pertimbangan teknokratis.

    “Keseimbangan antara melindungi konsumen dan menjaga pendapatan petani sering terjebak dalam tarik-menarik kepentingan politik,” ungkapnya.

    Faktor politik jangka pendek ini, menurut penelitian tersebut, turut memperkeruh upaya penciptaan sistem pangan yang efisien dan adil.

    Menggunakan pendekatan New Institutional Economics (NIE), Dian menggali dinamika kelembagaan di Kabupaten Karawang dan Indramayu.

    Hasil wawancara mendalam dengan pelaku di lapangan, mulai dari petani, tengkulak, hingga pedagang besar, mengungkap adanya ketergantungan struktural petani pada tengkulak, lemahnya regulasi perlindungan petani, serta distorsi pasar akibat dominasi pedagang besar.

    Hasil penilaian kelembagaan menunjukkan rata-rata skor tata kelola rantai nilai beras di kedua wilayah tersebut berada pada kategori rendah (1,27 dan 1,36) dari skala 1-3.

    Berdasarkan temuan tersebut, Dian Novita merekomendasikan reformasi kelembagaan menyeluruh untuk mengatasi masalah struktural dalam tata kelola rantai nilai beras. 

    Beberapa poin krusial yang diajukan antara lain: memperbaiki regulasi dan peran Perum BULOG, memperketat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi, mendorong penguatan kelembagaan petani di tingkat akar rumput, dan meningkatkan integrasi pasar untuk mengurangi disparitas dan distorsi harga.

    “Kebijakan pangan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika reformasi kelembagaan berjalan seiring dengan penguatan struktur pasar,” tegasnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Kehadiran Gerakan Rakyat Diharap Bawa Perubahan Nyata

    January 19, 2026

    Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 21 Orang

    January 19, 2026

    Richard Lee Minta Pemeriksaan sebagai Tersangka Hari Ini Ditunda

    January 19, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Kehadiran Gerakan Rakyat Diharap Bawa Perubahan Nyata

    Berita Nasional January 19, 2026

    Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat, organisasi kemasyarakatan…

    Kurang Fit, Richard Lee Minta Pemeriksaan sebagai Tersangka Ditunda : Okezone News

    January 19, 2026

    Tanggapan Frances Tiafoe Saat Berbagi Ruang Ganti Dengan Lawan

    January 19, 2026

    Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 21 Orang

    January 19, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Kehadiran Gerakan Rakyat Diharap Bawa Perubahan Nyata

    January 19, 2026

    Kurang Fit, Richard Lee Minta Pemeriksaan sebagai Tersangka Ditunda : Okezone News

    January 19, 2026

    Tanggapan Frances Tiafoe Saat Berbagi Ruang Ganti Dengan Lawan

    January 19, 2026

    Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 21 Orang

    January 19, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.