Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Williams Absen di Tes Pra-Musim F1 2026 di Barcelona

    January 24, 2026

    Saham Eropa Terkoreksi, Sektor Perbankan dan Konsumen Jadi Beban

    January 24, 2026

    Profil dan Potret Mike Octavian, dari Manusia Silver Kini Jadi Model Brand Ternama : Okezone Women

    January 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Perang Narasi Isu Bencana Harus Disikapi Lebih Bijak

    Perang Narasi Isu Bencana Harus Disikapi Lebih Bijak

    PewartaIDBy PewartaIDDecember 24, 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Pernyataan itu disampaikan Rasminto dalam diskusi Green Diplomacy Network bertajuk “Quo Vadis Konstitusi dan Krisis Ekologis: Belajar dari Bencana Hidrometeorologi Sumatera” di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025.


    Menurut Rasminto, dalam banyak kasus bencana alam, termasuk banjir besar dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatera, ruang publik sering berubah menjadi arena adu framing. Ia menilai situasi itu berbahaya bila membuat diskusi bergeser dari analisis berbasis data menjadi pertarungan opini.

    “Perang narasi yang membonceng isu bencana perlu disikapi lebih bijak, supaya tidak mereduksi substansi dari upaya serius penanggulangan bencana dan pembenahan akar masalahnya,” ujar Rasminto. 



    Ia menjelaskan, bencana tidak bisa dipahami sebagai kejadian tunggal yang berdiri sendiri. Dalam konteks bencana hidrometeorologi, misalnya, ada rangkaian faktor yang harus dibaca secara utuh, dari kondisi wilayah hulu, masalah daerah aliran sungai (DAS), perubahan tutupan lahan, tata ruang, hingga kualitas penegakan hukum.

    “Ketika diskursus publik terlanjur didominasi disinformasi atau framing selektif, langkah-langkah kebijakan yang seharusnya didorong justru terpinggirkan. Padahal, publik perlu mendapatkan penjelasan yang jernih tentang apa pemicu bencana, apa indikator kerentanan di lapangan, dan langkah apa yang paling rasional untuk mencegah bencana berulang,” tegasnya.

    Ia juga menyoroti dampak perang narasi terhadap kerja-kerja lapangan. Menurutnya, situasi saling menyalahkan dan delegitimasi dapat mengganggu koordinasi penanganan darurat, memperlemah dukungan pada pemulihan, bahkan mengaburkan prioritas untuk memastikan bantuan cepat sampai dan risiko susulan dapat ditekan.

    “Komunikasi publik terkait bencana perlu dikelola dengan disiplin informasi, setidaknya ada tiga hal yang perlu dijaga bersama, yakni keterbukaan data da? informasi, komunikasi risiko yang jelas, dan literasi publik untuk membedakan informasi faktual atau sekedar propaganda yang mendelegitimasi peran negara dan relawan di lapangan,” urainya. 

    Lanjut dia, kalau diskusinya sehat, fokusnya akan kembali ke hal yang penting, bagaimana evaluasi risiko, perbaikan tata kelola lingkungan, penguatan mitigasi, dan penegakan hukum. 

    “Fokus kita pada solusi, bukan pada adu serang yang tidak menyelesaikan masalah,” katanya.

    Rasminto menegaskan, pembenahan akar masalah harus berjalan beriringan dengan penanganan darurat. Ia menilai langkah pencegahan tidak cukup hanya respons sesaat, melainkan perlu koreksi kebijakan yang konsisten, mulai dari evaluasi perizinan di wilayah rawan, pemulihan ekosistem DAS, hingga penguatan pengawasan tata ruang.

    “Bencana merupakan ujian tata kelola. Kalau yang menang perang narasi, kita akan sibuk berdebat. Tapi kalau yang menang data dan akal sehat, kita punya peluang mencegah bencana berulang,” pungkasnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Saham Eropa Terkoreksi, Sektor Perbankan dan Konsumen Jadi Beban

    January 24, 2026

    90 RT Tergenang Banjir hingga Sabtu Pagi, Terbanyak di Jakarta Barat

    January 24, 2026

    MBG Bukan Beban tapi Bagian dari Pendidikan

    January 24, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Williams Absen di Tes Pra-Musim F1 2026 di Barcelona

    Berita Olahraga January 24, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita F1 datang dari tim Williams yang dipastikan akan absen dalam tes pramusim F1…

    Saham Eropa Terkoreksi, Sektor Perbankan dan Konsumen Jadi Beban

    January 24, 2026

    Profil dan Potret Mike Octavian, dari Manusia Silver Kini Jadi Model Brand Ternama : Okezone Women

    January 24, 2026

    PV Sindhu dan Lakshya Sen Terhenti di Perempat Final Indonesia Masters 2026

    January 24, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Williams Absen di Tes Pra-Musim F1 2026 di Barcelona

    January 24, 2026

    Saham Eropa Terkoreksi, Sektor Perbankan dan Konsumen Jadi Beban

    January 24, 2026

    Profil dan Potret Mike Octavian, dari Manusia Silver Kini Jadi Model Brand Ternama : Okezone Women

    January 24, 2026

    PV Sindhu dan Lakshya Sen Terhenti di Perempat Final Indonesia Masters 2026

    January 24, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.