Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    KUHAP Lama-Baru Tak Atur soal Pajang Tersangka

    January 14, 2026

    Kehadiran Toprak Razgatlioglu Dinilai Belum Jadi Ancaman Serius Marquez

    January 14, 2026

    Sektor Konstruksi Terpukul tapi DAX Tetap Tangguh

    January 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Jadi Saksi, Pejabat Kemdikbud Beber Alasan 2019 Tak Gunakan Chromebook

    Jadi Saksi, Pejabat Kemdikbud Beber Alasan 2019 Tak Gunakan Chromebook

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 6, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (PUSTEKKOM) Kemendikbud Gogot Suharwoto mengungkap pengadaan laptop Chromebook sempat dihentikan di tahun 2019 setelah dilakukan evaluasi.

    Hal itu disampaikan Gogot saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (6/1).



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ia bersaksi untuk terdakwa Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020, dan Ibrahim Arief (IBAM) selaku tenaga konsultan.

    Ia menjelaskan awalnya pada Maret 2019, ada pengadaan sebanyak 4 laptop yang terdiri dari 2 Chromebook dan 2 Windows untuk 500 sekolah.





    Lalu pada Oktober ada penambahan anggaran sehingga direncanakan penambahan sasaran sekolah yang menerima. Namun saat itu dilakukan evaluasi terlebih dahulu.

    “Kami melakukan evaluasi dari evaluasi itu lah kita stop chromebook di pengadaan Oktober 2019,” kata Gogot.

    Paparan hasil evaluasi

    Dari evaluasi yang dilakukan, Gogot mengungkap sejumlah alasan pengadaan Chromebook dihentikan.

    Pertama, laptop chromebook tak bisa digunakan di daerah 3T karena ketidakstabilan koneksi internet mengakibatkan chromebook tidak berfungsi maksimal.

    “Hanya karena daerah 3T secara demografis banyak tantangan, ada awan tebal aja itu internet sudah goyang karena pakai satelit, harus nembak ke atas, tidak ada kabel. Jadi intinya internetnya tidak stabil, padahal nyawanya Chrome itu harus koneksi internet meskipun ada storage yang kita siapkan tapi sangat kecil sekali, tidak akan optimal untuk pembelajaran,” kata dia.

    “Jadi yang pertama internetnya tidak stabil sehingga fungsi Chromebook tidak maksimal,” imbuh Gogot.

    Alasan kedua, sumber daya manusia di daerah 3T tidak familiar dengan interface chromebook, terutama para guru.

    “Ketiga, waktu itu kita punya UNBK, ujian nasional. Nah, di tahun 2019 kita masih menjalankan ujian nasional di tahun 2020 kan berhenti, zaman Mas Nadiem [Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim]. Pada saat itu Chromebook belum bisa digunakan untuk ujian nasional, ada aplikasi yang tidak bisa diinstal,” katanya.

    Alasan keempat, ada aplikasi yang tidak bisa diinstal di laptop Chromebook.

    “Chromebook terbatas untuk instalasi aplikasi-aplikasi tambahan. Contoh kita punya aplikasi Dapodik itu tidak bisa, kemudian juga beberapa aplikasi-aplikasi yang tidak approved oleh Google tidak bisa dioperasikan dalam Chromebook. Jadi 4 alasan itu yang membuat kita di Oktober 2019 kita stop menggunakan Chromebook fully 4 itu adalah Windows semua,” kata Gogot.

    Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan Ibrahim Arief didakwa bersama-sama Nadiem melakukan tindak pidana korupsi pengadaan Laptop Chromebook.

    Pengadaan ini disebut merugikan negara sejumlah Rp2,1 triliun.

    Jumlah itu berasal dari angka kemahalan harga Chromebook sebesar Rp1.567.888.662.716,74 (Rp1,5 triliun) serta pengadaan CDM yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat sebesar Rp 621.387.678.730 (Rp621 miliar).

    (yoa/kid)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    KUHAP Lama-Baru Tak Atur soal Pajang Tersangka

    January 14, 2026

    Resmikan Sekolah Rakyat hingga Bermalam di IKN

    January 14, 2026

    JPU Sebut Program AKM Chromebook Nadiem Tak Beri Program Belajar Siswa

    January 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    KUHAP Lama-Baru Tak Atur soal Pajang Tersangka

    Berita Teknologi January 14, 2026

    Yogyakarta, CNN Indonesia — Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi UGM (Pukat UGM) Zaenur Rohman, menyatakan bahwa menampilkan…

    Kehadiran Toprak Razgatlioglu Dinilai Belum Jadi Ancaman Serius Marquez

    January 14, 2026

    Sektor Konstruksi Terpukul tapi DAX Tetap Tangguh

    January 14, 2026

    Korban PHK di Indonesia Tembus 88.519 Orang Sepanjang 2025 : Okezone Economy

    January 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    KUHAP Lama-Baru Tak Atur soal Pajang Tersangka

    January 14, 2026

    Kehadiran Toprak Razgatlioglu Dinilai Belum Jadi Ancaman Serius Marquez

    January 14, 2026

    Sektor Konstruksi Terpukul tapi DAX Tetap Tangguh

    January 14, 2026

    Korban PHK di Indonesia Tembus 88.519 Orang Sepanjang 2025 : Okezone Economy

    January 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.